,

Honor Keuchik 81 Desa di Banda Aceh Menunggak

BANDA ACEH – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh hingga Mei 2017 belum mencairkan honor aparatur 81 desa. Hanya 8 desa yang sudah dicairkan. Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPD) Banda Aceh berkilah administrasi yang diajukan para keuchik belum lengkap.

Hal itu terungkap dalam pertemuan yang digelar Komisi A DPRK Banda Aceh dengan para keuchik, camat dan BPM, Kamis, 18 Mei 2017 di ruang sidang gedung lama DPRK Banda Aceh di komplek Balaikota Banda Aceh.

Ketua Komisi A DPRK Banda Aceh, Tgk Muhammad Ali menjelaskan, pertemuan tersebut untuk mendengar keterangan para pihak dan memecahkan persoalan terhambatnya pembayaran jerih aparatur desa di Banda Aceh.

“Kami sengaja memanggil Kepala BPM, Camat dan Keuchik dalam Kota Banda Aceh untuk mendengar keterangan, memecahkan masalah tunggakan honor aparatur desa. Selain itu pertemuan ini juga sebagai ajang silaturrahmi komisi A dengan para keuchik dan camat,” jelas Tgk Muhammad Ali.

Muhammad Ali berharap dengan musyawarah itu, setelah diketahui kendala dan permasalahannya, persoalan tersebut dapat segera diselesaikan oleh Pemko Banda Aceh melalui BPM. “Kita berharap honor aparatur desa itu bisa segera dicairkan, apalagi sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadhan,” harapnya.

Hal yang sama juga dismapaikan Wakil Ketua Komisi A DPRK Banda Aceh, Ismawardi. Politisi PAN ini berharap keterlambatan pencairan honor perangkat desa jangan sampai terulang kembali. Semua pihak harus fokus dalam melakukan tugas tugasnya baik itu BPM, camat maupun keuchik.

‘’Harus ada saling kerja sama yang baik dalam dalam menyelesaikan tugasnya, mana yang salah tolong dikasih tahu. Intinya harus ada komunikasi dari semua pihak,” harapnya.

Menurut Ismawardi, ada 81 desa yang belum keluar honornya sampai Mei 2017, sementara desa yang sudah dicairkan baru 8 desa. “Saya salut dengan pendamping desa yang 8 ini yang sudah mengerjakan tugasnya dengan baik dan seharusnya pendamping lainya juga demikian, bekerja maksimal agar tidak menimbulkan persoalan. Yang 81 desa yang sekarang belum keluar honornya dapat mencontoh 8 desa yang sudah keluar,” lanjut Ismawardi.

Ismawardi mengharapkan kepada pedamping dana desa untuk bekerja keras sehingga semua persoalan yang menyangkut dana gampong bisa segera dituntaskan.
“Kami di Komisi A berharap pedamping dana desa harus bekerja siang malam, sehingga dana aparatur gampong bisa dibayarkan sebelum memasuki bulan puasa Ramadhan,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala BPM Kota Banda Aceh Zulfikar menjelaskan keterlambatan pencairan honor aparatur desa disebabkan oleh belum lengkapnya berkas yang dikirim oleh masing-masign desa. “Administrasinya belum lengkap, kami tidak ingin mengambil resiko dan belum berani mencairkannya,” jelas Zulfikar.[HK]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *