,

Hongkong Akan Bangun PLTA Berdaya 1.000 MW di Aceh

JAKARTA – Perusahaan asal Hongkong, Prosperity International Holding, melakukan kerja sama investasi di bidang hidro power yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan Pemerintah Aceh. Penandatangan kerja sama dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat, 6 Oktober 2017.

Kerja sama tersebut meliputi pembangunan pembangkit listrik sebesar 1.000 megawatt (MW) dengan biaya mencapai US$ 3 miliar. Proyek pembangkit listrik tenaga air tersebut akan dibangun di kawasan Tampur, Teunom, dan Woyla.

Penendatangan kerja sama dilakukan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Iskandar dengan CEO dan eksekutif direktur Prosperity International Holdings (H.K.) Limited, dari Hongkong, Republik Rakyat Tiongkok, Mao Shuzhong. Sementara Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menandatanganinya sebagai saksi dalam perjanjian kerja sama tersebut.

Prosperity International Holdings merupakan perusahaan yang terdaftar di Hongkong, bisnisnya mencakup pertambangan di Kanada, Brasil, Malaysia dan Tiongkok. Bisnis mereka meliputi pembuatan semen, pelabuhan laut, PLTA di Indonesia dan properti di Tiongkok.

Gubernur Irwandi Yusuf berharap kerja sama tersebut segera terealisasi paling lama satu tahun sejak ditandatangani, sehingga masyarakat bisa segera menikmati hasilnya.
Pemerintah Aceh berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan proyek pembangkit listrik, memfasilitasi izin prinsip mengenai proyek pembangkit listrik yang layak, serta mendukung dan memfasilitasi perizinan sehubungan dengan proyek yang diidentifikasi akan diinvestasikan.

Sementara perusahaan Prosperity International Holdings akan melakukan penyelidikan teknis termasuk survei lokasi dan studi pra-kelayakan untuk proyek yang teridentifikasi, serta bersedia menyediakan semua biaya yang diperlukan.[HK/rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *