,

HIPSI Minta Pemerintah Lindungi Pengusaha UMKM

JAKARTA – Pemerintah diminta untuk mengkaji kembali kebijakan investor asing masuk ke ranah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi. Pasalnya, pemerintah harus hadir dalam memberi perlindungan bagi pengusaha UMKM dan koperasi.

Permintaan itu disampaika Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Himpunan Pengusaha Swadiri (HIPSI) H Firmandez, Kamis, 22 November 2018. Menurutnya, langkah pemerintah menghilangkan 54 bidang usaha baru dalam Daftar Negatif Investasi (DNI) akan mempengaruhi peluang pengusaha lokal di sektor UMKM dan koperasi.

“Seharusnya pemerintah memperkuat UMKM dan koperasi, bukan malah membuka pintu untuk investor asing masuk ke sana, membiarkan pengusaha lokal UMKM dan koperasi berkompetisi dalam pasar dengan pengusaha asing,” ujar H Firmandez.

Selain itu, anggota Fraksi Golkar DPR RI ini menambahkan, pemerintah dalam membuat kebijakan tersebut dalam paket ekonomi perlu melibatkan para pelaku UMKM dan koperasi sejak awal, agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan polemik.

“Kami di HIPSI akan terus berusaha mendorong pemberdayaan pengusaha UMKM dan koperasi, agar mereka terberdayakan, sehingga bisa tumbuh untuk kemudian mampu berkompetisi dalam pasar yang lebih besar,” tegas H Firmandez.

Masih menurut H Firmandez, pemberdayaan koperasi dan UMKM sangat penting untuk pengembangan ekonomi kerakyatan. UMKM sudah terbukti tahan terhadap krisis dan goncangan krisis. Untuk itu, semangat membangun koperasi dan melindungi UMKM harus terus dilakukan pemerintah, bukan malah membiarkan investor asing masuk ke ranah tersebut.

“Kalau tetap investor asing dibiarkan masuk ke sektor UMKM dan koperasi, ini namanya membiarkan pengusaha kecil tergilas pemodal besar. Pengusaha lokal akan tersingkir dengan sendirinya oleh kekuatan modal kapitalis. Ini sangat kita sayangkan. Pemerintah perlu meninjau kembali hal tersebut,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *