,

HIPMI Aceh Kirim 25 Mahasiwa ke Jambore PT se-Asean

BANDA ACEH – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Aceh, mengirim 25 mahasiswa pelaku usaha terbaik, untuk mengikuti jambore HIPMI Perguruan Tinggi (PT) se-ASEAN yang digelar di Telkom University, Bandung, 22 – 26 Mei 2016.

Ketua umum HIPMI Aceh, Muhammad Furqan Firmandez, Selasa, 17 Mei 2016 di Banda Aceh menjelaskan, 25 mahasiswa Aceh yang dikirim ke jamboree tersebut merupakan mahasiswa pengusaha yang diseleksi dari seluruh Aceh.

“Awalnya ada 53 peserta yang mendaftar dari Pidie hingga Tamiang, juga dari Aceh Barat hingga Aceh Selatan, tapi hanya 25 mahaiswa yang memiliki perencanaan bisnis yang baik yang kami kirim ke jambore se-ASEAN,” jelasnya.

Furqan Firmandez menambahkan, jambore akan diikuti oleh sekitar 4.000 mahasiswa pengusaha dari 10 negara ASEAN yang sudah mengkonfirmasi mengirim mahasiswanya. Presiden Joko Widodo juga sudah mengkonfirmasikan akan membuka acara jambore tersebut. Jambore akan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari seminar dan workshop mengenai business plant, branding strategy, sales plant, serta training leadership, dan negosiasi dalam komunikasi bisnis.

“Kami dari HIPMI Aceh sangat mengapresiasi program Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI ini. Jambore ini merupakan salah satu upaya HIPMI dalam mencetak pengusaha-pengusaha muda baru di Indonesia. HIPMI telah ikut membantu pemerintah dalam mencetak paling tidak 1000 pengusaha baru yang ikut mengdongkrak ekonomi di Indonesia dalam berbagai sektor. Mulai dari sektor kuliner, industri kreatif, agri bisnis dan sektor lainnya,” ungkap Furqan Firmandez.

Menurut Furqan Firmandez, Indonesia saat ini sangat kekurangan pengusaha. Dari 250 juta penduduk di Indonesia, hanya 2 persen yang menjadi pengusaha. Padahal negara yang ekonomi nya baik adalah negara yang mempunyai pengusaha minimal 5 persen dari jumlah penduduk.

“Indonesia sangat tertinggal jauh jumlah pengusaha di banding negara tetangga, Malaysia 6 persen pengusaha dari jumlah populasi penduduk, Singapura 9 persen, begitu juga Thailand dan Vietnam yang hampir mencapai 10 persen,” ungkapnya.

Untuk mendongkrak jumlah pengusaha di Indonesia, Furqan Firmandez mengatakan, pemerintah dan HIPMI harus terus bekerja sama membuat program-program kaderisasi pengusaha. HIPMI Aceh sendiri terus melakukan seminar kewirausahan di kampus-kampus untuk merangsang para mahasiswa menjadi pengusaha.

“Mahasiswa jangan lagi berpikir tamat kuliah menjadi pegawai. Ayo menjadi pengusaha, banyak cara untuk tumbuh dan berkembang. Apalagi HIPMI PerguriuannTinggi sudah ada di beberapa kampus di Aceh, baik di Banda Aceh, Langsa, Bireuen dan beberapa kabupaten lain. HIPMI adalah sekolah bagi pengusaha muda,” pungkas Furqan Firmandez. [HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *