,

Harmaini dan Kisah Pergantian Sekda Aceh Selatan

TAPAKTUAN – Drs H Harmaini M.Si, Rabu, 1 Juni 2016 resmi menanggalkan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan Setelah sepuluh tahun mendudukinya. Ia digantikan H Nasjuddin SH. Jauh sebelunya ternyata Harmaini sudah pernah mengajukan pengunduran diri.

Usai serah terima jabatan, Harmaini mengaku baru bisa bicara blak-blakan. “Pikiran saya terasa lebih ringan dan plong sekarang. Rupanya saat masih memikul jabatan, sangat berat kita bisa mengungkapkan sesuatu yang sifatnya rahasia,” katanya mengawali sambutannya dengan suara bergetar.

Harmaini mengungkapkan, setelah enam bulan menjabat Sekda dibawah kepemimpinan Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH yang dilantik 22 April 2013 silam, tepat sekitar bulan Oktober 2013 dengan didampingi seorang staf Setdakab, dia nekad menghadap Bupati HT Sama Indra di Pendopo untuk meminta pengunduran diri.

Langkah itu dilakukan menyikapi kencangnya desakan dari pihak-pihak tertentu kepada Bupati Aceh Selatan yang baru terpilih pada Pilkada tahun 2013 lalu untuk mengganti Harmaini dengan sosok Sekda yang baru.

“Kepada bapak bupati saya sampaikan bahwa, jika bapak menilai ada sosok Sekda lain yang lebih tepat membantu bapak, boleh bapak ganti terus saya. Sebab, jangan sampai gara-gara saya elektabilitas dan popularitas bapak di mata masyarakat khususnya para pendukung bapak menjadi berkurang atau terganggu,” ungkapnya.

Harmaini mengaku, dalam pembicaraan tersebut bupati hanya diam. Pengunduran diri itu tidak dikabulkan, malah jabatan Harmaini diperpanjang sampai berakhir secara resmi 1 Juni 2016, setelah membuka seleksi secara terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang akhirnya terpilih H Nasjuddin SH sebagai Sekda baru.

Harmaini mengaku, seusai berlangsungnya acara lepas sambut tersebut ke esokan harinya, Kamis, 2 Juni 2016 langsung berangkat ke Banda Aceh. Menurut Harmaini, sembari menunggu datangnya masa pensiun pada bulan Juli 2017 mendatang, dia akan menghabiskan hari-harinya di Banda Aceh karena pihak keluarga sudah memutuskan untuk menetap di Ibu Kota Provinsi Aceh tersebut.

Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH menyampaikan bahwa, terkait desakan pihak tertentu untuk mengganti Sekda Harmaini tahun 2013 lalu, memang sengaja tidak dikabulkannya. Alasannya, jika atas dasar desakan pihak tertentu untuk mengganti Sekda, maka sudah barang tentu, keputusan yang dia ambil tidak tepat, karena sosok Sekda yang akan diangkat bukan lagi berdasarkan keinginan bupati melainkan sudah berdasarkan selera pihak tertentu tersebut.

“Tidak boleh berdasarkan desakan pihak tertentu. Dalam mengambil keputusan, saya butuh ketenangan sehingga langkah evaluasi dan pertimbangan yang saya ambil benar-benar matang dan sejalan dengan pemikiran serta visi misi organisasi yang sedang berjalan,” tegas Sama Indra.

Bahkan Bupati HT Sama Indra menegaskan lagi bahwa, jika saja tidak mempertimbangkan karena Harmaini akan memasuki masa pensiun bulan Juli 2017 mendatang, maka bupati tidak ingin mengganti Harmaini, sebab dia menilai sosok Harmaini masih sangat tepat mendampinginya.

“Jika sampai berakhirnya masa pensiun pak Harmaini bulan Juli 2017 mendatang baru dilakukan pergantian Sekda, maka saya khawatir sosok Sekda baru nantinya belum faham betul kondisi roda pemerintahan, dan sosial ekonomi masyarakat. Sebab tak berapa lama berselang yakni pada bulan Juni 2018 akan berlangsung Pilkada Bupati dan Wakil Bupati,” ujarnya.

Karena itu, Bupati Sama Indra berharap kepada Harmaini agar tetap tinggal di Aceh Selatan agar tetap bisa menyumbangkan pikiran dan tenaganya membantu pemerintah demi untuk kemajuan pembangunan daerah ke depannya.  

Sementara itu, Sekda baru Aceh Selatan H Nasjuddin mengatakan bahwa kehadiran dirinya di jajaran Pemkab Aceh Selatan, tak asing lagi baik di mata masyarakat maupun dimata jajaran pejabat dan pegawai setempat.

Sebab, selain dirinya merupakan warga asli Kecamatan Samadua, Aceh Selatan juga pernah menjadi pegawai dijajaran Setdakab Aceh Selatan yang kariernya di awali sebagai pegawai honorer sekitar tahun 1989-an silam.

“Sebagaimana tadi yang telah disampaikan bapak bupati pada acara pelantikan, sebenarnya saya tak asing lagi di Aceh Selatan, karena pernah bertugas di Aceh Selatan di awali sebagai tenaga honorer di Bagian Hukum Setdakab Aceh Salatan kemudian diangkat menjadi PNS pada tahun 1994,” ungkapnya.

Nasjuddin menyatakan, setelah terwujudnya pemekaran Kabupaten Aceh Singkil pisah dari kabupaten induk Aceh Selatan, kemudian dia memilih hijrah ke Aceh Singkil. Selama meniti karir di perantauan, yang dimulai dari staf biasa dan berkat kegigihan dan semangat yang tinggi akhirnya Nasjuddin berhasil menduduki beberapa posisi jabatan penting di jajaran Pemkab Aceh Singkil dibawah kepemimpinan beberapa kepala daerah.

Karena dinilai punya kompetensi dan loyalitas, H Nasjudidn pernah dipercayakan menduduki jabatan sebagai Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setdakab Aceh Singkil, kemudian diangkat menjadi Sekretaris dewan (Sekwan), Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Kebersihan dan Pertamanan (KPDL KP) sampai akhirnya dipercayakan sebagai Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Aceh Singkil.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *