Sunday, January 19, 2020

Harga Minyak Serai Wangi Terus Anjlok, Pemda Diminta Turun Tangan

Must Read

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga...
Avatar
Redaksi
Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

BLANGKEJEREN – Harga minyak serai wangi yang terus anjlok menyebabkan petani di merugi. Pemerintah diminta untuk turun tangan guna menstabilkan harga, karena lebih 50 persenduduk Kabupaten Gayo Lues bergantung hidup dari serai wangi.

Permintaan itu disampaikan Ramadhan WR pemuda asal negeri seribu bukit tersebut, Kamis, 15 Juli 2019. Menurut pria yang bekerja sebagai TA di DPR RI ini dewasa ini banyak pihak yang mempertanyakan mengapa Pemkab Gayo Lues diam saja terkait anjloknya harga minyak atsiri tersebut.

“Pertanyaan itu wajar karena pemerintah merupakan pelayan untuk masyarakat, namun pertanyaannya apakah Pemkab Gayo Lues mampu membuat harga minyak serai normal seperti semula dengan bermacam upaya,” katanya.

Petani serai wangi kata Ramadhan WR sangat menjerit paska berangsur turunya harga minyak serai wangi dari Rp 300 ribu per kilogram hingga ke titik terendah menjadi Rp 170 ribu per kilogram.

Ramadham menyarankan agar Pemkab Gayo Lues mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang khusus menangani masalah tersebut, dengan harapan nantinya BUMD yang mendapat suntikan dana dari APBK bisa menampung minyak serai wangi masyarakat dengan harga sesusai standar.

“Jadi petani bisa memperhitungkan hasil yang akan dia peroleh kalau harganya normal. BUMD bisa menyimpan minyak-minyak yang dibeli dari masyarakat untuk waktu yang lama, dan menjualnya ketika harga sesuai,” sarannya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan keuangan Negara Rp 258.656.349 sudah...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhanas). Politisi...

GTA Terobos Jalur Ekstrem Lesten-Pulo Tiga

BLANGKEJEREN - Tim Blutax's Jimny off Road 4x4 Gayo Lues bersama tim Gayo Trail Adventure (GTA) berhasil menerobos jalur ekstrem di lintasan...

Menikmati Pesona Lhok Gob di Belantara Pidie Jaya

Pesona sungai Lhok Gob yang membelah belantara Pidie Jaya di Gampong Kumba, Bandar Dua, sungguh sangat memanjakan mata. Wisata alam yang asri dan menenangkan...
- Advertisement -

Baca juga...