Harga Minyak Serai Wangi Terus Anjlok, Pemda Diminta Turun Tangan

0
344

BLANGKEJEREN – Harga minyak serai wangi yang terus anjlok menyebabkan petani di merugi. Pemerintah diminta untuk turun tangan guna menstabilkan harga, karena lebih 50 persenduduk Kabupaten Gayo Lues bergantung hidup dari serai wangi.

Permintaan itu disampaikan Ramadhan WR pemuda asal negeri seribu bukit tersebut, Kamis, 15 Juli 2019. Menurut pria yang bekerja sebagai TA di DPR RI ini dewasa ini banyak pihak yang mempertanyakan mengapa Pemkab Gayo Lues diam saja terkait anjloknya harga minyak atsiri tersebut.

“Pertanyaan itu wajar karena pemerintah merupakan pelayan untuk masyarakat, namun pertanyaannya apakah Pemkab Gayo Lues mampu membuat harga minyak serai normal seperti semula dengan bermacam upaya,” katanya.

Petani serai wangi kata Ramadhan WR sangat menjerit paska berangsur turunya harga minyak serai wangi dari Rp 300 ribu per kilogram hingga ke titik terendah menjadi Rp 170 ribu per kilogram.

Ramadham menyarankan agar Pemkab Gayo Lues mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang khusus menangani masalah tersebut, dengan harapan nantinya BUMD yang mendapat suntikan dana dari APBK bisa menampung minyak serai wangi masyarakat dengan harga sesusai standar.

“Jadi petani bisa memperhitungkan hasil yang akan dia peroleh kalau harganya normal. BUMD bisa menyimpan minyak-minyak yang dibeli dari masyarakat untuk waktu yang lama, dan menjualnya ketika harga sesuai,” sarannya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here