-4.3 C
Alba Iulia
Friday, December 6, 2019

Harga Minyak Serai Wangi Kembali Naik

Must Read

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga...
Avatar
Redaksi
Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

BLANGKEJEREN – Harga minyak serai wangi yang sempat anjlok beberapa waktu lalu, bahkan sampai para agen penampung menolak membelinya, kini mulai merangkak naik menajdi Rp222.000 per kilogram.

Agen penampung minyak serai wangi di Kecamatan Kutepanyang, Gayo Lues, Mansur, Senin, 4 Maret 2019 mengatakan, kenaikan harga dalam minggu ini mencapai Rp7000 per kilogram.

“Alhamdulilah sudah ada kenaikan dari sebelumnya, dan kami juga sangat berharap agar harga minyak serai wangi bisa terus naik menyamai harga tahun 2018 sebelumnya yang mencapai Rp 300 ribu per kilogramg, karena dengan naiknya harga itu akan meningkatkan prekonomian masyarakat, dan membuat masyarakat jadi tambah bersemangat menanam serai wangi,” katanya.

Sementara Wakil Bupati Kabupaten Gayo Lues, H Said Sani mengatakan, naiknya harga minyak serai wangi tidak terlepas dari kualitas minyak yang dihasilkan petani, jika kualitas minyak terus dijaga, maka harga akan bertahap naik dari hari ke hari.

“Kita berharap agar petani menjaga kualitas minyak serainya, sehingga tidak ada alasan siapapun untuk menurunkan harga, sebab jika barang ekspor tidak kita jaga kualitasnya, besar kemungkinan akan turun ataupun tidak dibeli lagi oleh orang luar,” katanya.

Di Gayo Lues hampir di setiap kecamatan ada warga yang menanam serai wangi, tanah tandus yang sebelumnya jadi lahan tidur, kini sudah dimanfaatkan warga untuk berkebun serai wangi.

“Dari amatan kami, saat ini sangat banyak petani mengantungkan hidup dari hasil minyak serai wangi, baik untuk menyekolahkan anak keluar daerah hingga memenuhi kebutuhan dapur, untuk itu kita harus profesional menjaga kualitas, dan jangan lupa bersedekah dan membayar zakat jika sudah sampai syaratnya,” himbaunya.[Win Porang]

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Polisi Musnahkan Satu Ton Lebih Ganja Sitaan

BLANGKEJEREN - Satu ton ganja dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Mapolres Gayo Lues. Barang haram tersebut merupakan hasil...

Setelah Dua Bulan Dipenjara, Polisi Serahkan Mantan Kepala Desa Blangkucir ke Jaksa

BLANGKEJEREN - Kasus dugaan korupsi Dana Desa yang dilakukan Kepala desa Blangkuncir, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues yang merugikan keuangan Negara Rp 258.656.349 sudah...

H Firmandez Masuk Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas

JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Firmandez dipercayakan menjadi pengurus Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL Lemhanas). Politisi...

GTA Terobos Jalur Ekstrem Lesten-Pulo Tiga

BLANGKEJEREN - Tim Blutax's Jimny off Road 4x4 Gayo Lues bersama tim Gayo Trail Adventure (GTA) berhasil menerobos jalur ekstrem di lintasan...

Menikmati Pesona Lhok Gob di Belantara Pidie Jaya

Pesona sungai Lhok Gob yang membelah belantara Pidie Jaya di Gampong Kumba, Bandar Dua, sungguh sangat memanjakan mata. Wisata alam yang asri dan menenangkan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -