,

Harga Bahan Bangunan Naik, Bisnis Properti Menurun

JAKARTA – Naiknya harga bahan bangunan menyebabkan pertumbuhan bisnis properti di Indonesia melambat. Bila di triwulan pertama 2017 bisnis properti tumbuh 1,23 persen. Kini hanya 1,18 persen.

Hal itu terungkap dari hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia pada triwulan II-2017 mengindikasikan perlambatan kenaikan harga properti residensial di pasar primer.

Melambatnya pertumbuhan bisnis property juga disebabkan terjadinya kenaikan harga rumah terjadi pada semua tipe, terutama tipe kecil. Secara nasional kenaikan tertinggi terjadi di Jabodebek dan Banten. Peningkatan harga rumah terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan biaya perizinan.

Volume penjualan properti residensial tetap tumbuh 3,61 persen meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 4,16 persen. Perlambatan penjualan properti dipengaruhi oleh masih terbatasnya permintaan terhadap rumah hunian sebagaimana terindikasi dari pertumbuhan penyaluran KPR dan KPA pada triwulan II-2017 yang melambat. Faktor utama penyebab rendahnya pertumbuhan kegiatan properti ini menurut sebagian besar responden adalah suku bunga KPR yang masih tinggi.

Berdasarkan data Bank Indonesia, 55,30 persen pengembang menyatakan bahwa dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial. Sementara dari sisi konsumen, fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial, yakni sebesar 75,54 persen.[HK/rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *