,

Hampir Setahun Tunjangan Guru tak Dibayar

TAPAKTUAN – Tunjangan guru non sertifikasi di Aceh Selatan hampir setahun tidak dibayar. Dinas Pendidikan setempat berdalih itu terjadi karena kekurangan dana akumulasi sejak tahun 2014 lalu. Karena terus menutupi kekurangan triwulan sebelumnya, hingga terus menumpuk menjadi Rp800 juta.

Sumber di Pemkab Aceh Selatan mengungkapkan, pencairan dana tunjangan non sertifikasi guru yang berlangsung sejak tahun 2011 hanya berjalan normal sampai tahun 2013. Dimana pada tahun 2011 mulai triwulan I hingga IV Aceh Selatan menerima transfer anggaran dari Kementerian Keuangan sebesar Rp 7,5 miliar lebih dengan jumlah penerima mencapai 2.416 guru sehingga terealisasi anggaran sebesar Rp 7,2 miliar lebih dengan sisa sebesar Rp 341 juta lebih.

Kemudian untuk triwulan I hingga IV tahun 2012 Aceh Selatan kembali menerima transfer anggaran dari Kementerian Keuangan Rp 6,4 miliar lebih dengan jumlah penerima sebanyak 2.127 guru sehingga terealisasi anggaran Rp 6,3 miliar lebih dengan sisa anggaran Rp 117 juta lebih. Pada tahun 2013 kembali menerima dana transfer Rp 7 miliar lebih dengan jumlah penerima 1.943 guru sehingga terealisasi Rp 5,8 miliar lebih dengan sisa anggaran Rp 1,2 miliar lebih.

Dengan tidak diketahui kemana dibawa sisa anggaran mencapai Rp 1,2 miliar lebih tersebut, kemudian untuk triwulan I tahun 2014 Aceh Selatan kembali menerima transfer dana dari Kementerian Keuangan Rp 1,043 juta dengan jumlah penerima 1.520 guru terealisasi anggaran Rp 1,140 juta sehingga terjadi kekurangan anggaran sebesar Rp 96 juta lebih.

Karena terus terjadi kekurangan dana akhirnya untuk triwulan IV diputuskan dihentikan pencairan sehingga dari total anggaran transfer sebesar Rp 4,1 miliar lebih yang terealisasi hanya Rp 3,4 miliar dengan sisa Rp 753 juta lebih.

Sementara untuk tahun 2015 setelah menutupi anggaran untuk membayar sisa satu triwulan tahun 2014, Dinas Pendidikan Aceh Selatan hanya mampu membayar dana tunjangan non sertifikasi guru untuk dua triwulan saja masing-masing triwulan I dan II, sedangkan triwulan III dan IV hingga saat ini belum mampu dibayarkan.

Belum lagi selesai jatah tahun 2015 tersebut, Dinas Pendidikan Aceh Selatan kembali dihadapkan pada persoalan dana tunjangan guru non sertifikasi tahun2016 mulai sejak bulan Januari hingga Mei yang hampir memasuki dua triwulan juga tidak bisa dibayarkan kepada guru penerima karena terjadi kekurangan anggaran.

Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Aka Mulyadi mengakui bahwa dana tunjangan guru non sertifikasi di daerah itu sudah hampir mencapai satu tahun belum dibayarkan kepada guru penerima.

“Sebenarnya untuk jatah tahun 2016 ini sudah bisa dibayarkan karena Kementerian Keuangan sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 3,6 miliar lebih. Namun karena masih ada tunggakan pembayaran selama dua triwulan pada tahun 2015 maka sampai saat ini dana tersebut belum bisa direalisasikan,” ungkapnya.

Menurutnya, timbulnya persoalan itu disamping disebabkan karena mulai triwulan I hingga IV tahun 2014 transfer dana dari Kementerian Keuangan terus mengalami pengurangan dari jumlah guru penerima tunjangan, juga disebabkan karena pihak Dinas Pendidikan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) lupa memasukkan sisa anggaran tahun 2014 sebesar Rp 753 juta lebih dalam APBK-P tahun 2015, mereka hanya memasukkan usulan penambahan anggaran sebesar Rp 386 juta.

“Sebenarnya, jika sisa anggaran tahun 2014 tersebut dimasukkan dalam APBK-P 2015 ditambah lagi usulan penambahan anggaran Rp 386 juta, maka sudah cukup untuk membayar dana tunjangan non sertifikasi untuk triwulan III dan IV tahun 2015,” jelas Aka Mulyadi.

Untuk menutupi kekurangan anggaran tersebut, Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Keuangan supaya pada saat pembahasan APBK-P 2016 turut dimasukkan penambahan anggaran untuk menutupi kekurangan anggaran tahun 2015 sebesar Rp 800 juta lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Drs Martunis memastikan bahwa dari hasil koordinasi yang telah dibangun pihaknya, Kepala Dinas Keuangan, Diva Samudera Putra telah menyanggupi akan mengalokasikan anggaran dalam APBK-P 2016 nanti sebesar Rp 800 juta lagi sehingga sisa pembayaran dana tunjangan guru non sertifikasi untuk triwulan III dan IV tahun 2015 bisa dituntaskan.

“Terkait hal itu tidak ada persoalan lagi, sebab Kadis Keuangan telah menyanggupi akan mengalokasikan anggaran dalam APBK-P 2016 sebesar Rp800 juta lagi,” tegasnya.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *