,

Hakka Aceh Santuni Warga Miskin di 14 Desa

BANDA ACEH – Masyarakat kurang mampu di 14 desa di Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Utara, Sabtu, 26 Mei 2018, mendapat paket bantuan dari Yayasan Hakka Aceh, Peunayong. Sebuah yayasan warga Tionghoa di Banda Aceh.

Ketua Yayasan Hakka Aceh, Kho Khie Siong menyampaikan tahun ini yayasan yang dipimpinnya memberikan 2000 paket bantuan untuk warga kurang mampu. “Ada 14 Gampong semuanya. Di Banda Aceh kita berikan untuk beberapa warga dari Gampong di Kecamatan Kutaraja dan Kuta Alam. Kemudian ada dua Gampong binaan Rider 112 di Mata Ie Aceh Besar, ada gampong di Pekan Bada juga. Kemudian kita juga berikan bantuan untuk satu gampong di Aceh Utara. Kemudia kita juga berikan untuk petugas kebersihan karena mereka merupakan pahlawan kebersihan di kota ini,” ungkap Kho Sie Siong.

Kata Kho Khie Siong, pemberian paket bantuan untuk keluarga kurang mampu ini telah berlangsung selama enam tahun. Adapun isi paket tersebut adalah, beras, mie instan, kecap, minyak goreng dan susu. “Biasanya kita berikan Sarden, tapi karena lagi bermasalah tahun ini kita ganti dengan susu,” ungkap Kho Khie Siong.

Kho Khie Siong berharap tahun depan dapat meningkatkan jumlah bantuan. Dirinya mengaku telah menghimbau kepada sejumlah donatur dimana tahun depan bantuan akan ditingkatkan lagi

Wali Kota Banda Aceh, H Aminullah Usman sangat mengapresiasi kegiatan sosial tersebut. Hal ini menunjukkan kerukunan beragama di Banda Aceh berjala denga baik. Malah Aminullah memastikan dirinya berada di garda terdepan mengawal kerukunan beragama di Banda Aceh. “Kita apresiasi kegiatan dari teman-teman Hakka. Setiap tahunnya mereka konsisten menggelar kegiatan ini. Ini bentuk kepedulian sesama,” ujar Aminullah.

Aminullah juga menilai, Yayasan Hakka Aceh yang beranggotakan warga Tionghoa memiliki hubungan yang sangat baik dengan warga Banda Aceh. “Tidak ada konflik yang berlatar belakang agama disini (Banda Aceh), Ini harus kita jaga. Hubungan dengan warga Tionghoa harus kita jaga, dengan agama lain juga kita jaga,” kata Aminullah Usman.

“Saya akan berada di garda terdepan mengawal kerukunan umat beragama. Dengan kerukunan kita bisa melakukan apa saja. Yang Tionghoa dapat beribadah dengan nyaman, warga muslim juga nyaman dan agama lain juga nyaman,” tegasnya.[rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *