,

Hakim Vonis Pencuri Uang Nasabah Bank Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

BLANGKEJEREN – Hakim Pengadilan Negeri Blangkejeren, Gayo Lues menvonis dua tahun penjara dan satu tahun penjara kepada dua orang terdakwa kasus pencurian yang nasabah bank.

Kedua pelaku terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pencurian uang Rp10 Juta dan satu unit HP dari dalam tas korban saat berada di jalan Porang menuju Buntul Gading. Kedua terdakwa itu berinisial CA (16) seorang pelajar warga Blangtenggulun desa Penggalangan, Kecamatan Blangkejeren, dan RC (16) pelajar warga Kota Blangkejeren.

“Saya tidak terima dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alamsyah Budin SH itu yang hanya menuntut CA dihukum 10 bulan penjara dan RC Tiga bulan penjara, soalnya kerugian saya tidak dikembalikan,” kata Samsidar warga desa Penampaan selaku korban.

Keluarga terdakwa kata Samsidar sudah berulang kali menjanjikan akan berdamai dalam perkara ini dengan cara mengembalikan uang yang telah dicuri, namun janji-janji itu tidak ditepati.

“Kalau dengan vonis hakim, saya sudah merasa puas, biar ada efek jeranya, sehingga orang tua mendidik anaknya dengan benar, karena kalau pencuri hanya dihukum dengan hitungan bulan di dalam penjara, maka bakalan bayak anak-anak yang mencuri,” jelasnya.

Arizal Anwar hakim tunggal dalam sidang itu membacakan hukuman kurungan kepada CA (16) Dua tahun penjara lantaran sudah berulang kali melakukan pencurian dan resedivis pencurian, sedangkan hukuman kurungan kepada RC (16) hanya satu tahun penjara karena belum pernah melakukan penncurian tetapi secara meyakinkan dan telah menikmati hasil curianya.

“Hukuman yang kami berikan ini tidak ada interfensi dari pihak manapun, dan ini murni sesuai dengan hukum yang berlaku, namun jika terdakwa dan JPU merasa keberatan, silahkan ajukan upaya banding. Di situ bisa saja bertambah dan bisa saja berkurang hukumanya,” jelasnya.

Sementara Alamsyah Budin SH JPU kasus pencurian itu mengatakan, tuntutan yang diberikanya kepada terdakwa 10 bulan dan 3 bulan penjara sudah tepat lantaran saat persidangan antara terdakwa dan korban mengaku akan berdamai, tetapi setelah itu jadi menemui kesepakatan.

“Memang dalam pasal pencurian, terdakwa paling lama dipenjara tujuh tahun penjara, namun mengigat terdakwa masih anak dibawah umur dan memiliki masa depan, serta berencana melakukan perdamaian, makanya 10 bulan dan 3 bulan kita tuntut,” kilahnya.

Usai vonis kedua terdakwa itu langsung diantarkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Blangkejeren tepat di samping kantor Pengadilan Negeri Blangkejeren.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *