,

H Firmandez Terima Keluhan Pemuda Aceh Timur

IDI – Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez, melakukan pertemuan informal dengan sejumlah pemuda di Lhok Nibong, Aceh Timur, Rabu, 7 Maret 2018.

Dalam pertemuan penuh keakraban tersebut, para pemuda umumnya menyampaikan keluhan tentang kurangnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di Aceh Timur, serta murahnya harga komoditi hasil pertanian dan perkebunan warga, terutama komoditas coklat dan pinang.

Untuk itu mereka berharap kepada H Firmandez selaku anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 untuk membantu memperjuangkan pembangunan di kawasan Aceh Timur, serta mengupayakan peningkatan taraf hidup masyarakat, terutama petani melalui berbagai program pemberdayaan.

Menanggapi hal tersebut H Firmandez mengatakan, aspirasi dan masukan yang disampaikan oleh para pemuda tersebut merupakan sesuatu yang konstruktif. Ia akan memperjuangkan hal tersebut melalui berbagai mitra kerjanya di DPR RI.

“Saya ada di komisi V DPR RI yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan. Selama ini juga saya sudah memperjuangkan berbagai program pembangunan untuk Aceh di Senayan. Tentunya juga berkoordnasi dengan pemerintah daerah. Saya di DPR RI akan selalu menjembatani kepentingan daerah dengan pemerintah pusat melalui berbagai kementerian, terutama dengan kementerian yang menjadi mitra kerja saya di komisi V,” jelas H Firmandez.

Selain itu kata H Firmandez, terkait harga komoditi yang masih murah, merupakan persoalan lama yang harus terus dicarikan solusi penyelesaiannya. Apa lagi dalam hal perdagangan komoditas pertanian Aceh masih bergantung dengan Medan, Sumatera Utara.

“Harga komoditi kita tetap begitu karena nilai tambahnya dinikmati oleh pengusaha di Medan. Kalau kita bisa memutuskan ketergantungan dengan Medan, maka nilai tambah itu akan tetap di daerah dan dinikmati oleh petani dan masyarakat. Jadi, ini yang harus sama-sama dipikirkan, harus ada kemandirian daerah,” lanjut H Firmandez.

H Firmandez melanjutkan, sudah saatnya Aceh Timur dibangun menjadi lebih maju di berbagai sektor. Apalagi Aceh Timur memiliki pelabuhan Idi dan kawasan industri terpadu. “Ini yang harus terus dikembangkan,” harap H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *