H Firmandez: Sinergitas BPMA dan BPKS Harus Mampu Tingkatkan Investasi Hulu Migas di Aceh

0
280

BANDA ACEH – Penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) dengan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) terkait pemanfaatan pelabuhan bebas Sabang sebagai kawasan pendukung kegiatan usaha hulu minyak dan gas, diharapkan mampu mendorong percepatan investasi hulu migas di Aceh.

Hal itu disampaikan anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi urusan energi, riset dan teknologi serta lingkungan hidup, H Firmandez. Menurutnya, investasi bidang migas harus diupayakan dari sekarang. Pemanfaatan potensi migas di Aceh harus dimaksimalkan untuk menjadi alternatif pendapatan baru bagi Aceh pasca berakhirnya dana otonomi khusus (Otsus) Aceh pada 2027 nanti.

“Kita memang sedang mengupayakan dana otsus Aceh menjadi permanen, tapi investasi migas di Aceh juga harus digenjot sebagai sumber pendapatan baru bagi Aceh yang sangat potensial. Jadi, kerja sama BPMA dengan BPKS ini harus mampu meningkatkan investasi hulu migas di Aceh. Apa lagi BPKS sudah menyiapkan lahan untuk mendukung itu, pembangunan kawasan Sabang juga kita harapkan nantinya akan menjadi lebih baik,” ujar H Firmandez.

H Firmandez yang juga tim pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, Papua dan Keistimewaan Yogjakarta ini menambahkan, BPMA juga harus menggali potensi energi baru dan terbarukan (renewable energy) seperti energi laut (ocean thermal energy) dan energi panas bumi yang ada di Sabang.

“Potensi renewable energy itu harus terus digali untuk menggantikan ketergantungan yang tinggi pada energi posil selama ini. Ini juga harus dipikirkan oleh BPMA, karena potensi renewable energy di Aceh sangat banyak,” lanjut H Firmandez.

Selain itu kata H Firmandez, BPKS juga harus mengupayakan pembangunan kawasan Sabang bertaraf internasional, seperti menjadikan pelabuhan Sabang menjadi buffer zone bagi kapal-kapal kontainer atau kapal kargo lainnya yang melalui Samudera Hindia dan Selat Malaka, karena posisi Sabang yang strategis untuk dikembangkan sebagai poros maritim nasional.

“Setiap tahunnya hampir 100.000 kapal melewati Selat Malaka. Jika sebagiannya saja singgah di pelabuhan Sabang, merupakan potensi besar untuk pendapatan daerah. Ini juga potensi besar untuk pembangunan kawasan Sabang,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here