H Firmandez Siap Perjuangkan Program Jargas yang Diajukan Bupati Mursil

0
279

KUALA SIMPANG – Anggota Komisi VII DPR-RI asal Aceh, H Firmandez siap memperjuangkan program jaringan gas untuk rumah tangga (Jargas) yang diajukan Bupati Aceh Tamiang, Mursil. Program ini juga sedang diperjuangkan oleh H Firmandez untuk seluruh masyarakat Aceh.

Penegasan itu disampaikan H Firmandez, Jumat, 18 Januari 2019 di Kuala Simpang, Aceh Tamiang dalam pertemuan dengan Bupati Mursil, usai H Firmandez menyerahkan bantuan becak motor pengangkut sampah untuk masyarakat Aceh Tamiang.

“Jargas merupakan salah satu proyek strategis nasional yang masuk dalam RPJM Nasional 2015-2019. Tahun 2019 ini pemerintah memprogamkan lagi sebanyak 78.216 sambungan rumah (SR) jargas yang akan dibangun dengan menggunakan APBN. Kita akan perjuangkan sebagian kuotanya untuk Aceh,” jelas H Firmandez.

Ketika program jargas itu disampaikan kepada Bupati Mursil, gayung pun bersambut, ternyata Bupati Musril pada akhir Desember 2018 lalu sudah mengajukannya kepada Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM.

Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh ini melanjutkan, ia bersama
Kepala Badan Pengelola Mingas Aceh (BPMA) Azhari Idris dan Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman serta pejabat dari Kementerian ESDM, baru-baru ini juga membicarakan program Jargas dengan Bupati Bireuen H Saifannur dan Wali Kota Langsa Usman Abdullah.

“Kementerian ESDM itu mitra kami di Komisi VII. Program jargas ini sudah saya bicarakan dengan Bupati Bireuen, dan Wali Kota Langsa, nah, ketika saya bicarakan ke Bupati Aceh Tamiang, ternyata beliau selangkah lebih maju dengan daerah lain, karena sudah mengusulkannya. Jadi, akan kita perjuangkan semaksimal mungkin,” lanjut H Firmandez.

Anggota DPR-RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini menambahkan, penggunaan jaringan distribusi gas bumi (jargas) dari aliran pipa untuk rumah tangga jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan pemakaian Liquified Petroleum Gas (LPG), selain lebih aman juga akan lebih murah, bisa hemat sampai 40 persen jika dibandingkan dengan penggunaan LPG.

Penggunaan jarga juga akan berdampak pada upaya penghematan nasional atas subsidi dan elpiji. Penggunaan jargas juga menghemat LPG sebanyak 216 ton per bulan dan mengurangi subsidi Rp1,5 miliar per bulan.

“Masyarakat nantinya juga bisa pakai dulu gasnya, bayar kemudian sesuai dengan jumlah pemakaian. Ini seperti sistem PDAM mensuplay air bersih ke rumah warga. Ini akan sangat meringankan beban masyarakat. Jadi nanti masyarakat gak perlu repot-repot lagi bawa tabung gas ke pangkalan, tinggal buka kran saja di dapur,” ungkapnya.

Masih menurut H Firmandez, dengan program jargas, persoalan kebutuhan gas bagi masyarakat bisa terpenuhi dan kelangkaan gas yang sering terjadi selama ini bisa teratasi, karena aliran gas langsung tersambung ke rumah warga.

“Ini juga lebih hemat dan bisa mengatasi persoalan kelangkaan gas dan penimbunan gas baik di pangkalan pengecer maupun agen. Jaringan gas akan langsung terkoneksi dari pipa gas perusahaan gas negara ke rumah warga,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here