,

H Firmandez Serap Aspirasi Masyarakat Manyak Payed

KUALA SIMPANG – Anggota Fraksi Golkar DPR RI, H Firmandez menggelar acara silaturrahmi dan dengar pendapat dengan datok penghulu(kepala desa/keuchik) dan imam se-Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Selasa, 24 April 2018.

Dalam pertemuan yang digelar di Aula Gedung Serba Guna Kecamatan Manyak Payed tersebut, H Firmandez menjelaskan, pertemua tersebut merupakan bagian dari tugasnya sebagai wakil rakyat Aceh di DPR RI untuk melakukan pengawasan proyek nasional di Aceh, serta menyerap aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan di parlemen.

Beberapa persoalan yang disampaikan para datok penghulu dan imum meunasah se-Kecamata Manyak Payed kepada H Firmandez adalah, mulai dari persoalan infrastruktur umum, masalah status hukum yang masih tunduk ke Polres Langsa, hingga persoalan minimnya fasilitas di sekolah.

Menanggapi hal itu, H Firmandez yang juga dipercayakan sebagai Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI ini menjelaskan, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat Manyak Payed akan menjadi catatan baginya, untuk kemudian disampaikan dan diperjuangkan, baik langsung kepada Pemerintah Aceh, maupun ke pemerintah pusat.

“Kami di DPR RI ini kan jembatan penghubung, yang menjembatani dan memperjuangkan aspirasi konstituen yakni para pemilih kami di daerah, dalam berbagai kesempatan dan peluang di parlemen. Kita akan terus perjuangkan ini, sebagai mana yang telah kita lakukan selama ini. Karena bagi saya, tanpa masyarakat atau pemilih kami di daerah, kami bukanlah apa-apa. Ini amanah yang akan terus saya perjuangkan,” tegas H Firmandez.

Selain itu, Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Golkar ini juga menekankan pentingnya peran datok penghulu dan imam desa dalam pembangunan di tingkat desa. Ia berharap dana desa yang dikucurkan pemerintah setiap tahunnya bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk pembangunan.

H Firmandez menyarankan, sebagian dana desa bisa digunakan untuk program pemberdayaan ekonomi desa, misalnya sekian persen untuk penyertaan modal di Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

“Ini penting untuk menciptakan kemandirian desa, jika sewaktu-waktu dana desa tidak ada lagi. Keuchik dan aparatur desa perlu menyusun perencanaan program yang bagus, agar penggunaan dana desa tepat sasaran, serta tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Yang penting pahami regulasi dan aturannya,” saran H Firmandez.

Datok Penghulu juga diminta untuk mampu berinovasi dalam penyusunan program pembangunan, misalnya menciptakan progam pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, bahkan untuk pelestarian lingkungan. “Silahkan berinovasi dalam pembangunan desa, sebatas itu dimungkinkan secara regulasi,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *