,

H Firmandez: Selamatkan Hutan Aceh

LANGSA – Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez, meminta smeua pihak untuk menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan. Hal itu disampaikannya setelah beberapa waktu lalu melakukan pertemuan dengan Koalisi Barisan Petugas Pengamanan Hutan (Kobar Pamhut) Aceh di Langsa.

Dalam pertemuan tersebut Ketua Kobar Pamhut Aceh, Bobby Edwar bersama rekan-rekannya, mengharapkan H Firmandez memperjuangkan para bentara pengaman hutan untuk diangkatmenjadi jadi PNS atau ASN. Selain itu, berbagai persoalan kerusakan hutan juga dibicarakan.

Menurut H Firmandez, kawasan hutan di Aceh, terutama di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) menghadapi ancaman kehancuran. Berbagai faktor yang menyebabkan kerusakan hutan tersebut, mulai dari alih lahan fungsi lahan, ilegal logging, pembukaan pemukian, perambahan hutan, penangkapan hewan liar dan berbagai gangguan lain.

“Untuk menyelamatkan hutan Aceh harus ada upaya optimalisasi pengelolaan KEL, terutama di kawasan Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan harus diberdayakan, dilibatkan dalam pengelolaan hutan, untuk mencegah terjadinya perambahan,” ujar H Firmandez, Rabu, 9 Mei 2018.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini melanjutkan, Kobar Pamhut Aceh telah menemukan banyak kasus perusakan hutan di sekitar pemukiman penduduk yang bersisian dengan KEL.

“Harus ada kebijakan dari pemerintah untuk melakukan pendekatan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Ini sangat penting untuk menyelamatkan dan melestarikan hutan di Aceh,” lanjut Ketua Departemen Hubugan Antar Lembaga DPP Golkar tersebut.

H Firmandez melanjutkan, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan mutlak harus dilakukan, karena selama ini hutan telah menjadi sumber mata pencaharian penduduk, yang tak sedikit kemudian menyebabkan terjadinya pengrusakan hutan.

Pemberdayaan harus dilakukan terutama bagi masyarakat miskin di sekitar hutan yang tidak memiliki lahan produktif untuk berusaha. “Ini yang harus dipikirkan bersama, menciptakan sumber mata pencaharian baru bagi penduduk di sekitar hutan, tanpa harus melakukan perambahan,” harap H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *