,

H Firmandez Sambut Baik MoU Dewan KEK dengan KADIN

JAKARTA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh, H Firmandez menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan KADIN Indonesia pada Rabu, 17 Mei 2017 di Jakarta.

Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khsus (Otsus) Aceh ini berharap, dengan adanya MoU tersebut, KEK Lhokseumawe sebagai salah satu dari 11 KEK yang ditetapkan pemerintah, bisa segera berjalan.

“Untuk menggerakkan ekonomi Aceh membutuhkan penghela ekonomi yang produktif, dalam rangka pemberian nilai tambah bagi sumber daya alam di Aceh. KEK Lhokseumawe adalah salah satu yang diharapkan sebagai pendukung hal tersebut,” ujarnya, Jumat, 19 Mei 2017.

H Firmandez juga berharap dengan berjalannya KEK Lhokseumawe nantinya, dapat memberikan kesempatan yang seluas-luansya bagi pengusaha asal Aceh untuk berkecimpung di dalamnya dalam berbagai aktivitas usaha.

“Pengusaha-pengusaha Aceh baik yang di Aceh, Medan, Jakarta, bahkan yang di Kuala Lumpur dan Singapura kita harap bisa memanfaatkan momentum ini untuk berinvestasi di KEK Lhokseumawe,” harap H Firmandez.

H Firmandez melanjutkan, penandatanganan nota kesepahaman Dewan KEK dengan KADIN Indonesia bertujuan untuk menjalin hubungan kerja sama dan kemitraan yang erat untuk mempercepat pembangunan dan pengembangan KEK, serta meningkatkan investasi anggota KADIN di kawasan tersebut.

Sampai saat ini pemerintah telah menetapkan 11 KEK, yaitu KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, KEK Sorong, KEK Morotai, KEK Bitung, KEK Palu, KEK Mandalika, KEK Tanjung Lesung, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Api-Api, KEK Sei Mangkei, dan KEK Arun Lhokseumawe.

Untuk KEK Lhokseumawe, kata H Firmandez, pemerintah pusat merencanakan investasi sebesar US$3,8 miliar atau sekitar Rp 50,5 triliun dalam jangka waktu 10 tahun. Luas KEK Lhokseumawe yang mencapai 2.622 hektar diperkirakan akan menyerap 40 ribu orang tenaga kerja baru.

Masih menurut H Firmandez, rencana bisnis KEK Lhokseumawe mencakup pengembangan industri sektor energi minyak dan gas, regasifikasi liquefied natural gas (LNG), LNG hub atau trading, hingga pabrik mini LNG (mini LNG plant) dengan pengembangan pembangkit listrik yang ramah lingkungan, pengembangan kluster industri petrokimia yang ramah lingkungan, pengembangan agro industri pendukung ketahanan pangan, pemanfaatan potensi bahan baku pertanian serta pengembangan berbagai jenis usaha agro industri dan turunannya.

Selain itu juga pengembangan infrastruktur logistik untuk mendukung input dan output dari industri minyak dan gas, petrokimia dan agro industri, melalui peningkatan infrastruktur pelabuhan dan dermaga berstandar internasional serta industri penghasil kertas kantong semen (kertas kraft).

“Jadi cakupan bisnisnya sangat luas dan multi sektor. Jadi sebagai Ketua Umum KADIN Aceh, saya mengajak pengusaha-pengusaha Aceh untuk memanfaatkan ini. Kita harus ambil peluang ini,” pungkas H Firmandez.[HK]

What do you think?

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *