,

H Firmandez RDP dengan SKK Migas

JAKARTA – Anggota DPR RI asal daerah pemilihan (dapil) Aceh 2, H Firmandez mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyal dan Gas Bumi (SKK Migas), Senin, 27 Agustus 2018 di ruang rapat Komisi VII DPR RI.

Dalam kesempatan tersebut H Firmandez menyampaikan dan mempertanyakan berbagai hal terkait pengelolaan migas di Indonesia, khususnya di Aceh. Politisi Golkar ini meminta kepada SKK Migas dan pihak Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineras (ESDM) untuk melakukan peningkatan produksi hulu migas, terutama soal pengembangan dan pengelolaan migas di Aceh.

“Kita minta Kementerian ESDM dan SKK Migas untuk berinovasi dan melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan produksi migas, serta mengupayakan penyelesaian beberapa regulasi yang selama ini masih menjadi persoalan,” jelas H Firmandez.

Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Golkar ini melanjutkan, selama ini

dalam rencana umum energi nasional (UEN) yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 22 Tahun 2017 disebutkan bahwa hingga tahun 2050 pemenuhan kebutuhan migas sangat mengandalkan impor. Hal itu menurut H Firmandez sangat tidak sehat bagi ketahanan energi nasional.

“Mengandalkan impor sampai 2050 ini tentu tidak sehat. Makanya kita minta agar adanya peningkatan produksi hulu migas di berbagai ladang gas di berbagai daerah, karena potensinya masih besar.
“Upaya untuk peningkatan produksi ini juga tidak boleh mengabaikan kondisi dan karakter lapangan, karena beberapa sudah tua. Masalah tambang tradisional ilegal juga harus diselesaikan dengan bijak, dilegalkan dengan berbagai pendekatan sesuai dengan regulasi, sehingga masyarakat dan daerah setempat mendapat manfaat yang nyata,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *