H Firmandez: PT Mifa Harus Kooperatif Terhadap Pansus Dewan

0
124

MEULABOH – Anggota Komisi VII DPR-RI, H Firmandez meminta kepada manajemen PT Mifa Bersaudara untuk bersikap kooperatif terhadap Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Barat. Bila tidak, komisi VII DPR-RI akan terjun ke Aceh Barat.

“Komisi VII DPR-RI punya ruang lingkup kerja mulai dari persoalan energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup. Kami bisa saja turun ke Aceh Barat jika PT Mifa tidak kooperatif. Bila mereka menutup-nutupi sesuatu, saya sendiri yang akan bawa Tim Komisi VII ke Aceh Barat,” tegas H Firmandez.

H Firmandez yang juga Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh ini menegaskan, dirinya sudah menerima laporan dari masyarakat Aceh Barat terkait persoalan penolakan PT Mifa Bersaudara terhadap kehadiran tim Pansus DPRK Aceh Barat yang ingin melakukan pengecekan ke lokasi produksi perusahaan itu.

Selain itu kata anggota DPR-RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini, bila tidak mau kooperatif, bisa saja persoalan itu dilaporkan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku mitra kerja Komisi VII.

“Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi, Pansus itu amanah undang-undang yang harus dijalankan oleh anggota dewan. Saya sangat mendukung Pansus yang dilakukan DPRK Aceh Barat, agar semua menjadi jelas. Jadi, sebelum persoalan ini sampai ke DPR-RI dan Kementerian ESDM saya minta PT Mifa untuk bekerjasama dengan baik. Bila tidak, kami akan turun ke Aceh Barat,” lanjut H Firmandez.

H Firmandez menambahkan, sungguh tidak elok ketika sebuah perusahaan yang beroperasi di suatu daerah berani menolak Pansus dewan. Apa lagi yang memimpin Pansus tersebut langsung Ketua DPRK setempat. Hal ini semakin menegaskan dugaan Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh PT Mifa Bersaudara.

“Kita berharap persoalan ini tidak berlarut-larut apa lagi sampai berdampak pada daerah. Semoga pihak perusahaan bisa memahami tugas-tugas pengawasan yang melekat pada dewan. Semoga hal ini tidak lagi terulang,” harap H Firmandez.

Sebagaimana diketahui, awalnya pihak PT Mifa Bersaudara menyambut baik kedatangan Tim Pansus DPRK Aceh Barat yang berjumlah 14 orang. Namun sikap perusahaan tersebut berubah ketika Tim Pansua DPRK Aceh Barat ingin melakukan pengecekan ke lokasi perusahaan tersebut. Alasannya, Alat Pelindung Diri (ADP) untuk masuk ke lokasi hanya tersedia bagi tiga orang saja. Hal itu kemudian memancing suasana sehingga terjadi adu mulut.

Usai penolakan itu, Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli juga menegaskan pihaknya akan melaporkan persoalan tersebut ke kementerian terkait di Jakarta. “Kita akan lapor temuan ini ke kementrian, agar pusat tahu bagaimana perusahaan beroperasi sesungguhnya, ini sangat merugikan daerah,” katanya.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here