,

H Firmandez: PLTA Peusangan Akan Perbaiki Iklim Investasi Aceh

BIREUEN – Pembangunan mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 di dataran tinggi Gayo, diyakini akan berdampak pada perbaikan iklim investasi di Aceh. Pasalnya, ketersediaan energi listrik menjadi salah satu syarat utama pendukung investasi.

Hal itu disampaikan anggota DPR RI asal daerah pemilihan (dapil) Aceh 2, H Firmandez, yang baru-baru ini bersama tim dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) turun ke Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk memantau kelanjutan proyek tersebut.

“Saya sudah bicara dan fasilitasi tim PLN dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, menginventarisis berbagai kendala yang terjadi di lapangan, salah satunya tentang pembebasan lahan 6.000 meter lagi yang belum tuntas. Kita berharap proyek ini cepat terwujud, sehingga bisa memutuskan ketergantungan energi dari Sumatera Utara,” jelas H Firmandez.

H Firmandez melanjutkan, PLTA Peusangan tersebut ditargetkan akan rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2021 nanti. Kehadirin proyek ini akan menjadikan Aceh sebagai daerah yang mandiri energi. Proyek ini dibangun di bagian tengah pegunungan atau di arah barat Danau Laut Tawar, tak jauh dari Takengon, ibu kota Kabupaten Aceh Tengah.

PLTA Peusangan yang sedang dibangun tersebut berkapasitas 88 Mega Watt (MW), bertujuan untuk meningkatkan stabilitas beban puncak listrik pada sistem kelistrikan di Aceh.

“Proyek ini dibangun di hulu krueng Peusangan memanfaatkan air Danau Laut Tawar dan krueng Peusangan. Secara teknis akan menghasilkan energi tahunan sebesar 323.2 GWh dengan kapasitas terpasang sebesar 88 MW. Proyek ini juga bertujuan untuk perbaikan iklim investasi di Aceh,” lanjut Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Golkar tersebut.

H Firmandez berharap pengerjaan proyek PLTA Peusangan 1 dan 2 ini bisa terus berjalan tanpa kendala. Pengerjaannya sudah dimuali sejak tahun 2011 lalu oleh PT PP dan Nyundai, dilanjutkan oleh Wijaya Karya (Wika) dan Amarta Karya pada bagian metal work di tahun 2012. Sementara pengerjaan elektro mechanical untuk turbin dan generator dikerjakan oleh kontraktoe Australia Andritz Hydrp GmbH.

“Hingga kini tahapan-tahapan pembangunannya terus dilanjutkan. Kita berharap bisa selesai tepat waktu dan kemandirian energi bisa segera terwujud, sehingga dengan tersedianya energi ini bisa menjamin investasi,” harap H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *