H Firmandez: Pileg dan Pilpres Jangan Menciderai Perdamaian

0
375

JAKARTA – Pemilihan umum legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden/wakil presiden (Pilpres) yang akan digelar 17 April 2019 nanti, diharapkan tidak menciderai perdamaian yang sudah lama bersemayam dalam kehidupan masyarakat Aceh. Pemilu hanya sebuah proses demokrasi lima tahunan yang tak boleh memecah belah ukhuwah sesama.

Penegasan itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) H Firmandez, Kamis, 7 Februari 2019 di Jakarta.

Menurut anggota Komisi VII DPR RI ini, dalam kurun waktu yang hanya dua bulan lagi menuju persta demokrasi tersebut, kedamaian dan ketentraman dalam masyarakat harus tetap dirawat dan dijaga.

“Menang kalah dalam Pileg dan Pilples itu suatu keniscayaan, jangan sampai apa yang sudah terbangun dalam masyarakat hancur hanya gara-gara perebutan kursi parlemen dan perbedaan pilihan di Pilpres. Tak perlu saling menjelekkan, yang penting bagaimana kedamaian dalam masyarakat harus terus dijaga,” himbau Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar tersebut.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini menambahkan, siapa pun yang memperoleh kursi parlemen nantinya, baik di DPR kabupaten/kota, DPR Aceh, maupun di DPR RI, semua itu adalah kemenangan bagi rakyat Aceh sebagai pemilik mandat dan pemberi amanah politiknya.

“Yang perlu diwaspadai sekarang adalah, meningkatkan itensitas pergesekan menjelang pemilihan. Masyarakat harus diberi pemahaman yang konstruktif dalam menilai berbagai isu pemilihan agar tidak terjadi kegaduhan. Ini bukan hanya tugas polisi dan pemerintah, tapi juga tugas semua elemen masyaraat dan tugas semua caleg untuk memberi pemahaman yang benar kepada tim sukses dan para pendukungnya,” lanjut H Firmandez.

Karena itu, H Firmandez mengajak semua pihak untuk menjaga kelanggenan dan keberlanjutan perdamaian Aceh. Jangan gara-gara perebutan kursi parlemen mengorbankan kepentingan Aceh yang lebih besar.

”Mari bahu membahu bergandengan tangan menjaga perdamaian Aceh. Para perusak perdamaian (spoilers of peace) harus dijadikan sebagai musuh bersama. Damai Aceh lebih penting dari pada pileg dan pilpres,” tegasnya.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here