,

H Firmandez Pertanyakan Pasokan Gas Medco ke Proyek Vital di Aceh

LHOKSEUMAWE – Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez, mempertanyakan kepastian pasokan gas dari PT Medco di Peureulak, Aceh Timur ke berbagai proyek vital di Aceh Utara.

Hal itu dipertanyakan H Firmandez dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Senin, 27 Agustus 2018 di ruang rapat Komisi VII DPR RI.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini menjelaskan, jauh-jauh hari telah ada komitmen bahwa produksi gas Medco akan dipasarkan untuk kebutuhan proyek-proyek vital di Aceh. Antara lain untuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), bahan bakar gas penggerak turbin listrik eks PT Arun, dan beberapa perusahaan lainnya.

“Ini yang kita pertanyakan, karena PT Pertamina melakukan tukar pasokan atau swap gas dari blok A di Peureulak untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Padahal, sebelumnya Pertamina akan memasok gas dari blok tersebut untuk kebutuhan PT PIM,” ungkap H Firmandez.

H Firmandez melanjutkan, meski swap gas itu dilakukan karena alasan teknis, jangan sampai mempengaruhi aspek komersial, mengenai biaya-biaya yang timbul akibat swap gas tersebut.  

“Jangan sampai karena alasan teknis seperti itu, menimbulkan tambahan biaya yang harus ditanggung perusahaan-perusahaan pembeli gas tersebut di Aceh Utara,” tegas H Firmandez.
RDP di Komisi VII DPR RI tersebut turut dihadiri Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, pejabat dari SKK Migas dan Pertamina, serta perwakilan 8 perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) bidang Migas.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *