H Firmandez: Perpanjangan Dana Otsus Perlu Perjuangan Bersama

0
231

JAKARTA – Perpajangan dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh perlu diperjuangkan bersama. Seperti yang dilakukan masyarakat Papua dalam memperjuangkan Otsus Plus melalui parlemen.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otsus Aceh, H Firmandez yang juga anggota Tim Pemantau Otsus Aceh Papua dan Keistimewaan Yogjakarta, Minggu, 16 Desember 2018.

Menurut anggota DPR-RI dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini, perjuangan untuk perpanjanga dana otsua Aceh tidak boleh dilakukan sendiri-sendiri, tapi secara bersama-sama, karena ini menyangkut persoalan Aceh di masa yang akan datang.

“Kita sudah memperjuangkannya dalam berbagai kesempatan, Aceh butuh dana segar untuk pembangunan infrastruktur setelah tiga dekade lebih dilanda konflik. Papua sudah lebih dulu memperjuangkannya melali Rancangan Undang-Undang Otonomi Khusus Plus Papua, karena Undang-undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otsus Papua dinilai belum optimal. Kita juga harus bersama-sama berpikir ke arah sana,” ujar H Firmandez.

H Firmandez menambahkan, Aceh akan menerima dana Otsus selama 20 tahun, terhitung sejak 2008 hingga 2027. Dalam kurun waktu dua dasa warsa tersebut Aceh akan menerima sekitar Rp 163 triliun dana Otsus.

“Pertanyaannya kemudian, setelah 2027 nanti, ketika dana Otsus untuk Aceh tidak ada lagi, bagaimana Aceh akan membangun? Sementara ketertinggalan Aceh dengan provinsi lain sangat jauh akibat lama didera konflik dan musibah tsunami,” lanjut H Firmandez.

H Firmandez menegaskan, pihaknya di DPR RI siap memperjuangkan hal itu. Ia mengajak Pemerintah Aceh untuk membuat usulan ke pemerintah pusat agar pemberian dana Otsus Aceh tidak berhentik pada 2027, tapi berlanjut sampai Aceh benar-benar bisa membangun dengan baik.

“Kita berharap Pemerintah Aceh bisa memikirkan ini. Contoh seperti Papua yang mengajukan Undang-Undang Otsus Plus ke pemerintah, karena Otsus yang ada belum cukup untuk membangun daerah. Dana Otsus Papua tidak dibatasi, selain dana Otsus, Papua juga ditambah dana infrastruktur Rp 2 triliun per tahun. Jadi Aceh juga harus bisa mengusulkan dana Otsus secara permanen karena kita jauh tertinggal akibat konflik,” tegas H Firmandez.

Masih menurut H Firmandez, perpanjangan dana Otsus Aceh sangat dibutuhkan untuk melanjutkan pembangunan. Sebab masih banyak daerah yang belum tersentuh pembangunan secara merata dikarenakan letak geografisnya terpencil dan terluar.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here