,

H Firmandez: Perlu Regulasi Khusus Tentang Renewable Energy

JAKARTA – Indonesia memiliki banyak sumber daya energi baru dan terbarukan (renewable energy), tapi belum digarap maksimal, karena itu perlu regulasi khusus untuk pengembangannya.

Hal itu disampaikan anggota Fraksi Golkar di DPR RI, H Firmandez, Kamis, 30 Agustus 2018. Menurut politisi dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini, Komisi VII DPR RI selama ini sedang merancang lahirnya Rancangan Undang-undang Energi Baru Terbarukan (RUU EBT) sebagai payung hukum pengembangan secara all out.

“Itu saya rasa juga sangat penting untuk menjawab persoalan climate change, kita perlu mengurangi pemakain energi kotor yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Ini solusi untuk memperoleh energi yang bersih,” jelas Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Golkar tersebut.

H Firmandez melanjutkan, energi terbarukan di Indonesia perlu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama untuk kebutuhan industri-industri potensial yang menunjang pertumbuhan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja.

“Potensi energi terbarukan di Indonesia ini melimpah, sayangnya sumber-sumber energi baru dan terbarukan tersebut hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal,” lanjutnya.

H Firmandez menambahkan, beberapa jenis energi terbarukan di Indonesia yang belum digarap secara maksimal di antaranya adalah biofuel bahan bakar hayati dari bahan-bahan organik, biomasa energi terbarukan dari bahan bakar kayu dan limbah, energi panas bumi, air dan angin, serta energi dari gelombang laut.

Sumber-sumber energi baru dan terbarukan tersebut harus dimanfaatkan maksimal untuk pembangunan, karena selama  ini Indonesia masih bergantung pada energi fosil. “Selama ini kita masih bergantung pada energi fosil sampai 98 persen. Artinya, penggunaan energi baru dan terbarukan di Indonesia hanya baru 2 persen. Penggunaan energi alternatif harus ditingkatkan,” harap H Firmandez.

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) ini menambahkan, kebutuhan dan permintaan energi di Indonesia setiap tahun terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan pembangunan, sementara ketersediaan sumber energi fosil ada batasnya. Malah eksploitasi yang dilakukan secara terus menerus tanpa penemuan cadangan baru akan menyebabkan jumlah cadangan energi dalam negeri menipis.
“Potensi energi terbarukan seperti biomasa, panas bumi, energi surya, energi air, dan energi angin cukup besar. Hanya saja sampai saat ini pemanfaatannya masih sangat terbatas. Harus ada pengembangan ke arah sana untuk menjawab persoalan energi di masa yang akan datang,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *