H Firmandez: Perlu Ada Inovasi Pengelolaan Dana Desa

0
173

JAKARTA – Penggunaan dana desa yang diharapkan bisa membangkitkan perekonomian warga di desa, ternyata masih banyak menyisakan masalah. Malah banyak kepala desa yang terjerat kasus, untuk itu harus ada inovasi dalam pengelolaan dana desa.

Hal itu disampaikan Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, Papua, dan Keistimewaan Yogjakarta, H Firmandez, Rabu, 19 Juni 2019. Menurut anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceg 2 ini, dana desa sepatutnya digunakan untuk berbagai kegiatan penyelenggaraan pembangunan, pemerintahan, dan pemberdayaan masyarakat, tujuannya agar perputaran uang dalam masyarakat lebih banyak, sehingga berdampak pada peningkatan dan berkembangnya ekonomi warga.

“Ke depan harus ada inovasi dalam pengelolaan dana desa untuk menghindari penyalahgunaan. Kompetensi aparat desa dalam pengelolaan pemerintahan desa, terutama terkait pengelolaan keuangan desa juga harus ditingkatkan, selain itu sistem pengawasan juga harus ditingkatkan,” ujar H Firmandez.

Anggota Komisi VII DPR RI ini menambahkan, alokasi dana desa mengalami kenaikan setiap tahun, tapi penerapannya masih bermasalah dalam formulasi pembagian. Dana desa yang diharapkan bisa menekan angka pengangguran di desa, juga belum menjadi akselerator untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

“Selama ini pengelolaan dana desa pada umumnya kan masih berfokus pada pembangunan infrastruktur. Pembelian materaian pembangunan juga dilakukan di luar desa, sehingga uangnya beredar di luar desa atau di kota, seharusnya dana desa itu harus lebih banyak terserap di desa. Makanya perlu ada inovasi pengelolaannya,” lanjut Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinam Pusat (DPP) Golkar tersebut.

Salah satu inovasi yang bisa dilakukan menurut H Firmandez adalah, membuat program-program pembangunan di desa yang berdampak langsung bagi desa tersebut, seperti untuk pemberdayaan ekonomi dan sejenisnya.

“Pengelolaan dana desa juga harus ada inovasinya, dikembankan sesuai dengan potensi setiap desa, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi desa. Sehingga dana desa lebih maksimal terserap di desa, tidak lagi kembali ke kota,” harapnya.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here