H Firmandez Perjuangkan Program Jargas Untuk Masyarakat Aceh

0
374

BANDA ACEH – Anggota Komisi VII DPR-RI, H Firmandez memperjuangkan program jaringan gas rumah tangga (Jargas) untuk masyarakat Aceh. Jargas merupakan salah satu proyek strategis nasional yang masuk dalam RPJM Nasional 2015-2019.

Menurut H Firmandez, pemerintah melalui Kementerian Energi Suber Daya Mineral (ESDM) selaku mitra Komisi VII DPR-RI pada tahun 2018 telah memprogramkan pembangunan 89.906 Sambungan Rumah (SR) jaringan gas untuk rumah tangga (Jargas) di 18 kabupaten/kota, salah satunya di Kota Lhokseumawe sebanyak 2.000 SR

“Tahun 2019 ini pemerintah memprogramkan lagi sebanyak 78.216 SR jargas yang akan dibangun dengan menggunakan APBN. Kita akan perjuangkan untuk Aceh mendapat sebagian kuota dari program Jargas tersebut. Ini penting untuk memenuhi kebutuhan energi yang bersih, efesien, murah dan ramah lingkungan,” tegas H Firmandez, Minggu, 13 Januari 2019.

Bahkan kata H Firmandez, sebagai langkah awal, baru-baru ini dirinya, usai meresmikan dan menyerahkan bantuan 10 sumur bor untuk dayah di 8 kabupetan di Aceh yang dipusatkan di Kota Langsa, dirinya bersama Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Azhari Idris, membawa pejabat Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman dan pejabat dari Kementerian ESDM, menjumpai Wali Kota Langsa Usman Abdullah membicarakan program Jargas tersebut.

“Kita punya jaringan pipa gas yang membentang dari Lhokseumawe, Aceh Utara, hingga ke Aceh Timur dan Aceh Tamiang, tinggal nanti dibangun jaringan sambungan ke rumah tangga. Konsepnya nanti program Jargas ini akan seperti PDAM mengelola air untuk kebutuhan masyarakat, bedanya Jargas ini yang disalurkan ke rumah tangga adalah gas. Program ini diutamakan untuk keluarga menengah ke bawah,” jelas H Firmandez.

Untuk merealisasi hal tersebut, H Firmandez yang juga Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR-RI ini meminta kepada pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota di Aceh, terutama untuk daerah-daerah yang dialiri pipa gas Perusahaan Gas Negara (PGN) agar mengajukan program Jarga ke Pemerintah Pusat untuk kemudian sama-sama diperjuangkan di Kementerian ESDM.

“Kita harus bisa ambil sebagian dari kuota 78.216 SR yang diprogramkan pemerintah tahun 2019 ini. Kita akan sama-sama perjuangkan, sehingga masyarakat Aceh bisa merasakan manfaat dari pemanfaatan gas bumi,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here