H Firmandez Perjuangkan Pengembangan Hutan Manggroe Kota Langsa Menjadi Sumber Ekonomi Potensial Bagi Masyarakat

0
238

LANGSA – Anggota Komisi VII DPR RI, H Firmandez menilai keberadaan hutan mangrove di Kuala Langsa, Kota Langsa merupakan salah satu sumber ekonomi potensial untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

Karena itu H Firmandez yang juga calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI nomor urut 4 dari Partai Golkar di daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini sangat mendukung upaya Pemerintah Kota (Pemko) Langsa dalam mengembangkan potensi hutan manggrove tersebut dengan segala flaura dan fauna di dalamnya untuk menjadi destinasi wisata internasional dan taman edukasi untuk berbagai riset dan penelitian.

Selama ini H Firmandez juga terlibat dalam mempromosikan hutan mangrove Kota Langsa tersebut dalam berbagai kesempatan. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini malah langsung menyampaikan tentang keberadaan dan potensi hutan mangrove Kota Langsa kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan pejabat eselon I Kementerian LHK pada Kamis, 20 September 2018 lalu.

Sebelumnya pada 10 Agustus 2018, H Firmandez juga memfasilitasi Wali Kota Langsa, Usman Abdullah alias Toke Suuem dengan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK untuk mempresentasikan pembangunan hutan mangrove dan hutan Kota Langsa.

“Saat itu kita perjuangkan agar ada program dari Kementerian LHK untuk mencegah terjadinya pengrusakan hutan mangrove di Langsa, melakukan penegakan hukum terhadap pelaku perambahan, serta memberdayakan masyarakat sekitar hutan mangrove agar mereka tidak lagi merambah,” jelas H Firmandez.

Untuk itu H Firmandez mengajak masyarakat Kota Langsa untuk turut melestarikan, menjaga dan berpartisipasi aktif dalam promosi dan pengembangan potensi hutan mangrove tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan bahwa 10 atau 50 tahun mendatang masyarakat dari seluruh dunia berdatangan ke kota Langsa untuk menyaksikan hutan manggrove terluas di Asia Tenggara ini untuk tujuan riset dan penelitian ekosistem di dalamnya,” ujar H Firmandez.

Tapi lanjut H Firmandez, untuk pengembangan destinasi wisata alam hutan mangrove Kuala Langsa itu perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai. Karena itu dia berjanji akan terus berjuang mendorong peningkatan anggaran untuk pembangunan, perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur khususnya jalan raya, jalan di pedesaan, di kecamatan, antar kabutapen dan segenap jembatan penghubung yang dibutuhkan.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here