H Firmandez Perjuangkan Pembangunan Asrama Dayah Tu Sop dan Universitas Almuslim

0
792

BIREUEN – Pemerintah akan membangun rusunawa untuk Dayah Babussalam Al Aziziyah, Jeunieb dan Universitas Almuslim Peusangan, Kabupaten Bireuen. Anggaran untuk pembangunan asrama santri dan mahasiswa itu sudah berhasil diperjuangkan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hal itu diungkapkan anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 H Firmandez, saat berkunjung ke Dayah Babussalam Al Aziziyah pimpinan Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab alias Tu Sop di Jeunieb, Sabtu, 9 Maret 2019 bersama tim dari Kementerian PUPR.

“Anggaranya sudah berhasil kita perjuangkan melalui APBN, hari ini kita bawa tim dari pusat untuk mengecek langsung ke dayah Al Aziziyah dan Universitas Almuslim. Kita berharap setelah ini akan segera dibangun,” jelas H Firmandez.

H Firmandez yang juga tim pemantau otonomi khusus (Otsus) Aceh, Papua, dan keistimewaan Yogjakarta ini melanjutkan, sebelumnya ketika masih di Komisi VIII hal yang sama juga sudah dilakukan untuk pembangunan asrama santri Dayah Abu Tumin di Blangbladeh, Bireuen, dan Dayah Abu Paya Pasi di Aceh Timur.

“Kita akan selalu konsen memperjuangkan pembangunan infrastruktur untuk dayah dan lembaga pendidikan di Aceh. Ini juga bagian dari upaya kita untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur penegakan syariat Islam di Aceh,” lanjut H Firmandez.

H Firmandez berharap dengan pembangunan asrama bagi santri tersebut, bisa terciptanya lingkungan dayah yang nyaman dan terciptanya persepsi yang positif tentang kehidupan santri, serta bisa menjadikan dayah sebagai penyokong pelaksanaan syariat Islam secara kaffah di Aceh.

“Dayah sebagai lembaga pendidikan agama, harus dikuatkan, tentu untuk itu infrastrukturnya juga harus ditingkatkan, salah satunya adalah melalui pembangunan asrama bagi santri, kita berharap ini akan segera terwujud dalam waktu dekat,” tambah H Firmandez.

Selain itu kata H Firmandez, kebutuhan asrama untuk dayah atau pesantren dan perguruan tinggi secara nasional sangat tinggi, sementara anggaran yang disediakan pemerintah melalui APBN sangat terbatas, karena itu dirinya merasa sangat bahagia bisa memperjuangkan pembangunan asrama untuk Daya Tu Sop dan Universitas Almuslim di Bireuen tersebut.

“Kebutuhan asrama untuk lembaga pendidikan, baik lembaga pendidikan agarama seperti pondok pesantren atau dayah dan perguruan tinggi masih sangat tinggi. Kita patut bersyukur bisa memperjuangkan ini untuk Aceh. Semoga tahun-tahun selanjutnya alokasi anggarannya bisa lebih meningkat,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here