H Firmandez: Pemerintah Aceh Harus Segera Selesaikan Kendala Pada Proyek Strategis Nasional

0
113

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh diminta untuk menyelesaikan berbagai kendala dan persoalan terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) di Aceh. Salah satunya adalah persoalan pembebasan lahan, agar proyek yang didanai APBN tersebut tidak mangkrak.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), H Firmandez, Rabu, 21 November 2018. Menurutnya, tidak mudah membawa proyek-proyek nasional ke Aceh, tapi ketika sudah ada, jangan juga dibiarkan mangkrak dengan berbagai persoalan.

“Daerah dalam hal ini Pemerintah Aceh harus menyelesaikan berbagai hal yang menjadi kewajibannya, salah satunya soal pembebasan lahan. Membawa proyek-proyek nasional ke Aceh itu tidak mudah, jadi kita berharap jangan sampai tidak jalan,” harap H Firmandez.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini menambahkan, proyek-proyek nasional di Aceh sangat penting untuk mengakomodir dan menjawab berbagai persoalan di daerah, terutama soal tersedianya infrastruktur penghela pembangunan ekonomi.

“Intinya kan, proyek-proyek strategis nasional itu nantinya akan memberi dampak strategis untuk daerah, salah satunya adalah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” lanjut H Firmandez.

Selain itu lanjut H Firmandez, secara nasional ada beberapa masalah yang terjadi pada proyek-proyek strategis nasional, termasuk di Aceh. Persoalan-persoalan tersebut diantaranya adalah masalah perencanaan dan penyiapan, pembebasan lahan, pendanaan, konstruksi dan perizinan.

Untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut, ada yang menjadi kewajiban pemerintah pusat melalui kementerian terkait, ada juga yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah.

“Jangan sampai kendala-kendala proyek nasional di Aceh ada di kewajiban pemerintah Aceh. Kalau itu terjadi berarti Pemerintah Aceh yang tidak siap. Dan ini harus diselesaikan,” tegas H Firmandez.

Sebagaimana diketahui, proyek strategis nasional di Aceh adalah proyek jalan tol Sigli – Banda Aceh (75 km), jalan tol Langsa – Lhokseumawe (135 km), jalan tol Lhokseumawe – Sigli (135 km), Bendungan Keureuto, Bendungan Rukoh, Bendungan Tiro, pembangunan jaringan irigasi daerah irigasi Lhok Guci, pembangunan jaringan irigasi daerah irigasi Jambo Aye Kanan, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here