,

H Firmandez: Pembangunan Infrastruktur Aceh Harus Terkoneksi ke Daerah Potensial

BANDA ACEH – Untuk menunjang pertumbuhan ekonomi daerah, pemerintah Aceh diminta melakukan pembangunan yang terkoneksi antar kawasan, terutama konektivitas darat trans Aceh yang menghubungkan berbagai daerah sumber komoditas potensial ekspor.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez, Kamis, 6 September 2018. Menurutnya, Pemerintah Aceh harus terus melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, serta pernambahan kapasitas sarana dan prasarana pelabuhan-pelabuhan utama di Aceh.

“Percepatan pembangunan infrastruktur ini harus terus digalakkan, terutama pelabuhan dan perhubungan darat. Selain itu juga perlu adanya pengembangan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan kejuruan dan keahlian yang berorientasi internasional,” jelasnya.

H Firmandez yang juga Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh ini menambahkan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Aceh, juga harus adanya dorongan untuk pertumbuhan wirausahawan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Mengenah (UMKM), terutama di sektor-sektor produk berbasis komoditas dan bahan baku lokal.

“Jadi infrastrukturnya dibangun, pelaku usahanya diberdayakan. Pemerintah Aceh perlu mengoptimalkan anggaran daerah untuk program pengembangan ekonomi di sektor-sektor unggulan dan potensial yang memiliki daya ungkit ekonomi tinggi,” lanjutnya.

Sektor-sektor unggulan itu kata H Firmandez mencakup berbagai komoditas potensial ekspor seperti kopi, batu bara, kelapa sawit, karet, ikan tangkap dan lain sebagainya. Untuk mendukung hal tersebut harus diupayakan perbaikan infrastruktur baik hard infrastructure maupun soft infrastructure, khususnya di wilayah Sabang, Banda Aceh, Pulau Banyak, Aceh Tengah, Simeulue, Aceh Besar, dan beberapa daerah penghasil komoditas potensial ekspor lainnya.

“Yang tak kalah pentingnya adalah, harus adanya upaya untuk melakukan percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan kemudahan kegiatan perijinan, legalitas, dan kegiatan administrasi  serta penyediaan infrastruktur primer khususnya listrik dan air. Kalau ini dilakukan, maka ekonomi Aceh akan bangkit,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *