H Firmandez: Pelaku Usaha Kehutanan Harus Beralih ke Agroforestry

0
245

JAKARTA – Pelaku usaha kehutanan diharapkan bisa menerapkan pola agroforestry dalam pemanfaatan kawasan hutan, yakni mengkombinasikan tanaman kayu dengan tanaman semusim. Pemanfaatan hutan juga diharapkan tidak melebihi kapasitas pertumbuhan kayu, sehingga nilai ekonomisnya tetap terjaga.

Hal itu disampaikan anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi urusan energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup, H Firmandez, Minggu, 12 Mei 2019, terkait kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan platform dagang-el Shopee Indonesia untuk memasarkan produk hasil hutan bukan kayu yang diproduksi oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP).

Politisi Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini juga mendorong industri pengolahan yang menghasilkan nilai tambah yang tinggi pada setiap rantai nilai di industri primer, industri sekunder dan tersier, untuk mendorong efisiensi dalam pengalokasian sumber daya.

Selain itu tambah H Firmandez, pemanfaatan produk hutan juga harus mengacu pada UU No. 41 tahun 1999 pasal 26 tentang pemungutan HHBK pada hutan lindung, pasal 28 tentang Pemanfaatan HHBK pada hutan produksi, PP No.6 tahun 2007 tentang Optimalisasi HHBK, pasal 28 tentang Pemungutan HHBK pada hutan lindung, pasal 43 tentang Pemanfaatan HHBK dalam hutan tanaman pada hutan produksi.

“Kita berharap penggunaan kawasan hutan dan pemanfaatan hasilnya, dengan berbagai produk hasil hutan, bisa menjadi salah satu upaya penanggulangan kemisminan dan pembangunan ekonomi sosial kemasyarakatan. Untuk itu tentu diperlukan berbagai strategu pengembangan produk hasil hutan secara nasional,” lanjut H Firmandez.

Selain itu tambah H Firmandez, pelaku usaha kehutanan harus terus berinovasi dalam melakukan pengembangan produk dan komersialisasi hasil hutan, mulai dari pengelolaan, budi daya, pemanfaatan hingga pengolahan hasil hutan, sehingga bernilai ekonomis.

“Kita juga mendorong agar munculnya teknologi dan inovasi baru dalam pemanfataan hasil hutan menjadi produk layak jual, tentunya dengan terus menjaga kelestarian hutan, sehingga nilai ekonisnya tetap terjaga,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here