,

H Firmandez: MK Harus Pertimbangkan Kekhususan Aceh

kekhususan aceh

JAKARTA – Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mempertimbangkan kekhususan Aceh terkait gugatan UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Politisi Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini menilai, disahkannya UU No 7 tahun 2017 tentang pemilu telah mendegredasi Undang Undang No 11 tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA) melalui dua pasal yakni pasal 557 dan 571. Kedua pasal tersebut “berbenturan” dengan pasal 57 dan 60 UUPA.

“Kita berharap MK mempertimbangkan ini, Aceh bukan hanya daerah khusus tapi juga daerah istimewa, dan UUPA itu merupakan konsensus perdamaian. Jangan sampai ini kemudian menciderai perdamaian yang sudah terajut di Aceh,” harap anggota tim pemantau Otsus Aceh, Papua dan Keistimewaan Yogjakarta tersebut.

H Firmandez melanjutkan, seharusnya pasal-pasal dalam UUPA tidak dicomot begitu saja dengan UU baru, karena UUPA sifatnya khusus, yang untuk merubahnya harus dilakukan secara khusus, melalui mekanisme pembentukan undang-undang.

“Saya berharap ini tidak terulang, jangan sampai UUPA terdegredasi olah undang-undang lain, kalau pun diubah harus sesuai aturan dan mekanisme. Ini menjadi pelajaran, semoga kedepan hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” tegas Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar Bidang Maritim ini.

Karena itu, lanjut H Firmandez, MK diharapkan bisa bersikap bijaksana dalam melihat kekhususan Aceh, sehingga melahirkan keputusan yang tidak menciderai keadilan bagi semua pihak, terutama masyarakat Aceh yang memiliki kekhususan.

“Semoga gugatan itu dikabulkan MK, karena dalam hukum kan ada istilah lex specialis derogat lex generalis, penafsiran hukum yang menyatakan bahwa hukum yang bersifat khusus mengesampingkan hukum yang bersifat umum. Jadi kita ingin UUPA sebagai lex specialis itu dipertimbangkan kekhususannya oleh MK, yang artinya gugatan masyarakat Aceh melalui DPRA itu harus dimenangkan,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *