H Firmandez Minta Pemerintah Cek Pencemaran Krueng Geutah

0
192

NAGAN – Anggota Komisi VII DPR-RI yang membidangi urusan energi, riset dan teknologi, lingkungan hidup, H Firmandez meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) untuk melakukan pengecekan dan memeriksa pencemaran air Krueng Geutah di Kabupaten Nagan Raya.

Hal itu disampaikan H Firmandez setelah dirinya menerima laporan dari masyarakat Nagan Raya perihal dugaan terjadinya pencemaran Kruang Geutah, Minggu, 30 Desember 2018.

“Kita minta DLHK Provinsi Aceh dan Kabupaten Nagan Raya, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk segera melakukan pengecekan. Kalau perlu Dirjen Penegakan Hukum (Gakum) juga harus turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan sampel air,” ujar H Firmandez.

Anggota DPR-RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya ada dugaan air Krueng Geutah tercemar akibat kebocoran limbah dari Pabrik Kelapa Sawit PT Socfindo. Namun untuk kebenarannya masih memerlukan pengecekan, makanya dirinya meminta instansi terkait untuk turun ke lokasi.

Selain itu kata H Firmandez, Pemerintah Aceh melalui instansi terkait sudah seharusnya melakukan pengawasan, untuk memastikan bagaimana proses pengelolaan limbah pada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Aceh, terlebih perusahaan tambang.

“Ini harus benar-benar dipastikan bahwa proses pengolahan limbah itu yang benar-benar aman dan clear, kalau ada pelanggaran, maka harus diproses secara hukum. Ini tugas Kementerian LHK khusuya Dirjen Gakum dan Dinas LHK di daerah, untuk melihat di sisi mana ada hal hal yang menimbulkan pencemaran,” lanjut H Firmandez.

Hal tersebut lanjut H Firmandez, harus benar-benar dipastikan, agar limbah perusahaan tidak merambat ke pemukiman warga, serta tidak mencemari air baku yang digunakan masyarakat sehari-hari.

“Pihak perusahaan juga berkewajiban memperhatikan dan menjaga lingkungan. Undang-undang nomor 32 tahu 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mewajibkan industri atau perusahaan melakukan pengolahan limbah,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here