H Firmandez Minta Pemerintah Bangun Permanen Jembatan Jamur Ujung

0
173

REDELONG – Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez meminta pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Banda Aceh untuk membangun kembali jembatan permanen di Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Anggota DPR-RI dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini mengungkapkan, jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat setempat. Bahkan menjadi jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah dengan dengan Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Tengah.

Jembatan Jamur Ujung tersebut ambruk pada Rabu, 19 Desember 2018 akibat banjir bandang. Pasca jembatan itu ambruk, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Banda Aceh dan Dinas PUPR Aceh membangun jembatan bailey sebagai jembatan semetara di sana.

“Kita apresiasi pihak balai yang langsung membangun jembatan bailey pasca jembatan itu ambruk. Artinya, permintaan kita saat itu direspon dengan baik. Tapi jembatan bailey kan itu sifatnya darurat dan sementara, maka kita minta agar segera dibangun jembatan permanen,” harap H Firmandez, Senin, 14 Januari 2019.

Anggota Komisi VII DPR-RI ini menambahkan, pembangunan kembali jembatan Jamur Ujung itu menjadi jembatan permanen harus disegerakan untuk kelancaran mobilitas barang dan jasa ke daerah dataran tinggi Gayo tersebut.

“Jembatan yang ambruk itu merupakan jembatan yang dibangun pada tahun 1967 lalu, usianya sudah lebih 50 tahun, dan memang sudah layak dibangun baru. Ini harus menjadi perhatian pemerintah,” lanjut H Firmandez.

Selain soal jembatan runtuh tersebut, H Firmandez juga meminta pemerintah untuk memperhatikan beberapa persoalan lain di kawasan dataran tinggi Gayo, seperti penanganan daerah yang rawan longsor, dan pembangunan infrastruktur perhubungan yang memadai.

“Yang sangat mendesak itu jembatan kelok Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime, Bener Meriah. Ketika saya di Komisi V sudah kita usul itu, bahkan sudah masuk dalam pembahasan di Kementerian PUPR. Kita berharap infrastruktur perhubungan di kawasan tengah Aceh itu diperhatikan,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here