H Firmandez Minta Pemerintah Bangun Jalan ke Pusara Cut Meutia

0
119

LHOKSEUMAWE – Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez meminta Pemerintah Pusat untuk membangun jalan ke pusara pahlawan nasional Cut Mutia di Aceh Utara.

Pasalnya menuju ke sana rusak parah, di beberapa titik terlihat berkubang dan berlumpur, jalan sepanjang 25 kilometer itu mulai dari Desa Alue Rimee, Pirak Timu, sampai ke Gunong Lipeh.

“Kita minta pemerintah pusat untuk membangun jalan ke makan pahlawan nasioal Cut Meutia, kalau itu bukan jalan negara kita minta pemerintah Aceh untuk memperhatikan pembangunannya, dana otonomi khusus (otsus) bisa digunakan untuk pembangunan jalan tersbeut,” ujar H Firmandez.

H Firmandez merasakan sendiri bagaimana sulitnya melintasi jalan ke makam Cut Meutia. Minggu, 9 Desember 2018, ia mendampingi Ketua Tim Pemantau Otssu Aceh, Papua dan Keistimewaan Yogjakarta yang juga Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon untuk berziarah ke sana, namun karena medan jalan yang rusak parah dan cuaca yang kurang baik jelang magrib, perjalanan tidak sampai ke makam Cut Meutia.

“Setelah ziarah ke makam Sultan Malikussaleh, kami menuju ke makan Cut Meutia, tapi perjalanan terpaksana dihentikan karena medan jalan yang rusak parah dan cuaca yang kurang mendukung,” jelas anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 tersebut.

Perjalanan ziarah ke makam Malikussaleh dan makan Cut Meutia tersebut turut didampingi oleh Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib dan beberap pejabat setempat. “Kami akhirnya berhenti di sebuah masjid untuk shalat berjamaah dan berdoa bersama untuk pahlawan nasional Cut Meutia,” ungkap H Firmandez.

Susahnya perjalanan ke makam Cut Mutia juga dirasakan anggota DPR RI asal Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie yang turut serta dalam ziarah tersebut. Jimmy merupakan anggota Tim Pemantau Otsus Aceh, Papua dan Keistimewaan Yogjakarta.

“Kalau begini jalannya ke makam pahlawan nasional, saya rasa pantas rakyat Aceh mengangkat senjata. Saya ikut prihatin, Aceh Utara bekas daerah penghasil migas tapi jalannya seperti ini, kita minta pemerintah pusat untuk perhatikan ini. Aceh yang pertama sumbang pesawat untuk republik tapi begini jalannya,” ujar Politisi PDI-P tersebut.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here