,

H Firmandez Minta Menteri Sosial Tambah Penerima PKH Aceh Utara

JAKARTA – Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez, meminta kepada Menteri Sosial, Idrus Marham agar menambah jumlah penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) untuk Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Utara.

Pasalnya, Kabupaten Aceh Utara yang pernah menjadi daerah petro dolar dan penyumbang devisa negara melalui gas PT Arun, kini pasca PT Arun berhenti beroperasi, Aceh Utara menjadi daerah dengan tingkat penduduk miskin tertingi di Aceh.

“Tahun ini akan ada penambahan jumlah masyarakat miskin penerima bantuan sosial PKH. Anggarannya mencapai Rp 21,8 triliun atau naik 138 persen dari tahun 2017 lalu. Makanya saya minta kepada Mensos Idrus Marham agar tambahan itu bisa sebagian dialokasikan ke Aceh Utara,” jelas H Firmandez, Selasa, 27 Maret 2018.

Anggota DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini sebelumnya juga pernah di Komisi VIII yang membidangi urusan keagamaan dan sosial, sebelum pindah ke komisi V yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan.

“Jadi saya paham betul soal PKH ini, karena pernah di Komisi VIII yang sering ke daerah membagikan PKH. Tahun ini anggaran untuk Kementerian Sosial mencapai Rp 41,3 triliun, meningkat Rp 17,3 triliun dari tahun sebelumnya. Dari Rp 41,3 triliun itu, lebih setengahnya yakni Rp21,8 triliun dikelola oleh Direktorat Penanganan Fakir Miskin,” ungkap Ketua Departemen Hubungan Lembaga Politik DPP Golkar tersebut.

H Firmandez melanjutkan, karena adanya penambahan anggaran itulah, jumlah penerima PKH secara nasional ditambah. “Saya akan terus komunikasikan dengan Menteri Sosial yang kebetulan juga orang Golkar, agar Aceh mendapat tambahan jumlah penerima bantuan sosial PKH ini, khususnya Aceh Utara, agar masyarakat di sana merasakan bahwa negara benar-benar hadir membantu mereka,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *