H Firmandez Minta Kementerian PUPR Segera Bangun Kembali Jembatan Jamur Ujung

0
21

REDELONG – Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera membangun kembali jembatan Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah yang amblas pada Rabu, 19 Desember 2018.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini mengatakan, jembatan tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga di dataran tinggi Gayo, yang menghubungkan Bener Meriah ke dua kabupaten tetangganya, yakni Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Tengah.

“Setelah pangkal jembatan jatuh akibat terjangan air bah, jembatan Jamur Ujung ambruk. Kita minta kepada pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Banda Aceh dan Kementerian PUPR untuk segera membangun kembali, karena keberadaan jembatan itu sangat vital bagi mobilitas warga,” jelas H Firmandez, Sabtu, 22 Desember 2018.

Pasca amblasnya jembatan Jamur Ujung, mobilitas barang dan jasa ke daerah tersebut terpaksa dialihkan melewati jalur alternatif lain, seperti melewati jalan Kampung Suka Jadi atau menggunakan jalur Pante Raya menuju Simpang Tiga, dan Teritit baik dari Bireuen maupun Aceh Tengah.

“Itu jembatan lama, dibangun pada tahun 1967 lalu, saat musim hujan itensitas dan debir air meningkat tajam, sehingga mengikis abutmen yang kemudian menyebabkan jembatan sepanjang 32 meter itu runtuh, jadi kita minta agar ini diperhatikan, dibangun kembali, atau minimal dibangun jembatan bailey dulu,” harap H Firmandez.

Selain soal jembatan runtuh tersebut, H Firmandez juga meminta pemerintah untuk memperhatikan beberapa persoalan lain di kawasan dataran tinggi Gayo, seperti penanganan daerah yang rawan longsor, dan pembangunan infrastruktur perhubungan yang memadai.

“Yang sangat mendeksak itu jembatan kelok Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime, Bener Meriah. Ketika saya di Komisi V sudah kita usul itu, bahkan sudah masuk dalam pembahasan di Kementerian PUPR. Kita berharap infrastruktur perhubungan di kawasan tengah Aceh itu diperhatikan,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here