H Firmandez Minta Kementerian PUPR Ganti Jembatan Bailey Jamur Ujung dengan Jembatan Permanen

0
168

REDELONG – Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2, H Firmandez, kembali meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membangun jembatan permanent di Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Pasalnya, jembatan bailey sebagai jembatan darurat yang dibangun pasca jembatan itu ambruk, kini juga sudah beberapa kali mengalami kerusakan, akibat dilintasi truk bertonase tinggi.

“Kita minta pihak Kementerian PUPR untuk segera membangun jembatan permanen di Jamur Ujung, kita khawatrikan kalau terus dilintasi truk beroda enam jembatan bailey itu juga bisa ambruk. Ini harus menjadi prioritas pemerintah,” kata H Firmandez, Kamia, 14 Februari 2019.

Anggota Komisi VII DPR RI ini menambahkan, sebelum jembatan permanen dibangun di Ujung Jamur, harus ada pengawasan dari masyarakat dan pihak terkait untuk melarang truk dengan tonase tinggi melintasi jembatan bailey, agar jembatan sementara itu tidak mengalami kerusakan.

“Jembatan jamur ujung itukan lintasan nasional yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Aceh Tengah. Tanggung jawab pemerintah untuk membangun kembali jembatan permanent agar mobilitas barang dan jasa dari daerah pesisir ke dataran tinggi Gayo dan sebaliknya tidak terhambat,” lanjut H Firmandez.

Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Golkar ini melanjutkan,
jembatan Jamur Ujung merupakan urat nadi perekonomian warga di dataran tinggi Gayo, yang menghubungkan Bener Meriah ke dua kabupaten tetangganya, yakni Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Aceh Tengah.

Jembatan tersebut ambruk pada Rabu, 19 Desember 2018 lalu, akibat terkikisnya abutmen oleh air bah. Jembatan sepanjang 32 meter itu dibangun pada tahun 1967 silam. Selain soal jembatan runtuh tersebut, H Firmandez juga meminta pemerintah untuk memperhatikan beberapa persoalan lain di kawasan dataran tinggi Gayo, seperti penanganan daerah yang rawan longsor, serta pembangunan infrastruktur perhubungan dan pariwisata yang memadai.

“Yang sangat mendeksak itu jembatan kelok Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime, Bener Meriah. Ketika saya di Komisi V sudah kita usul itu, bahkan sudah masuk dalam pembahasan di Kementerian PUPR. Kita berharap infrastruktur perhubungan di kawasan dataran tinggi Gayo benar-benar diperhatikan,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here