,

H Firmandez: Minimalisir Kecelakaan di Lintasan KA di Aceh

BANDA ACEH – Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez menyambut baik dan mengapresiasi beroperasinya Kereta Api (KA) perintis di Aceh Utara. Ia menghimbau agar masyarakat menggunakan moda transportasi massal itu dengan baik, menjaga fasilitasnya. Pemerintah setempat melalui instansi terkait juga diminta memberi edukasi dan keamanan kepada pengguna jasa kereta api.

Hal itu disampaikan anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 tersebut, terkait adanya tabrakan kereta api dengan satu unit sepeda motor yang menyebabkan seorang warga luka parah di Glumpang Sulu, Aceh Utara.

“Kita mengapresiasi beropreasinya kereta api perintis di sana, tapi untuk menjamin kenyamanan warga dan penggunanya, harus ada edukasi dan pengawasan yang baik, agar insiden seperti itu tidak terjadi lagi,” harap H Firmandez.

Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga (DPP) Golkar ini menjelaskan, pemerintah merencanakan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Aceh dan Sumatera Utara sepanjang 417,541 kilometer. Proyek nasional di Aceh ini diharpkan bisa berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu, agar bisa segera dinikmati oleh masyarakat.

Namun ia menegaskan, agar insiden kecelakaan di jalur kereta api tidak terjadi lagi, harus ada pengawasan yang baik pihak terkait. Masyarakat sekitar jalur kereta api juga harus diberi edukasi tentang keamanan transportasi di lintasan kereta api.

“Edukasi ini penting, termasuk tentang sosialisasi mengenai rute dan jadwal kereta melintas dan rambu-rambunya, sehingga taka da lagi masyarakat yang menerobos lintasan seperti kasus kecelakaan di Aceh Utara itu,” lanjut H Firmandez.

H Firmandez menambahkan, jalur kereta api yang menghubungkan Aceh dengan Sumatera Utara tersebut akan melintasi 8 kabupaten/kota di Aceh dan 1 kabupaten di Sumatera Utara, yakni di Kabupaten Pidie sepanjang 57,05 km, Kabupaten Pidie Jaya 38,43 km, Kabupaten Bireuen 64,93 km, Kabupaten Aceh Utara 59,06 km, Kota Lhokseumawe 16,8 km, Kabupaten Aceh Timur 82,1 km, Kota Langsa 37,39 km, Kabupaten Aceh Tamiang 39,66 km dan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara sepanjang 22,09 km.
“Targetnya, semua jalur itu akan rampung dan terkoneksi dalam tahun 2019. Kita berharap ini bisa menjadi penunjang pertumbuhan ekonomi di daerah,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *