H Firmandez Kembali Minta Pemerintah Optimalkan Pelabuhan Kuala Langsa

0
249

LANGSA – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan diminta untuk mengoptimalkan fungsi pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa, Aceh, serta memberi kemudahan regulasi sehingga pelabuhan di bagian timur Aceh tersebut bisa bergeliat kembali seperti tempo dulu.

Permintaan itu disampaikan anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2, H Firmandez, Rabu, 20 Februari 2019. Menurut politisi Golkar tersebut, selama ini banyak komoditi dari Aceh diekspor melalui Belawan, sehingga nilai tambah komoditas tersebut tinggal di Medan, Sumatera Utara.

“Seandainya diekspor melalui pelabuhan-pelabuhan di Aceh, nilai tambahnya tentu akan dinikmati oleh rakyat Aceh. Makanya kita minta pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk menghidupkan pelabuhan Kuala Langsa,” ujar H Firmandez.

Anggota Komisi VII DPR RI ini menambahkan, selama ini pelabuhan Kuala Langsa seperti mati suri, padahal pelabuhan tersebut dibangun dengan biaya yang lumayan besar. Pada masa lalu pelabuhan Kuala Langsa ini dikenal sebagai jalur transportasi laut bagi seluruh pengusaha eksport import Aceh.

H Frimandez menambahkan, untuk menghidupkan kembali pelabuhan Kuala Langsa, sudah pernah dilaporkan kepada Presiden, namun sampai kini nasibnya belum jelas. Karena itu lanjut H Firmandez, dirinya mengingatkan kembali dan meminta pemerintah untuk memperhatikan optimalisasi pelabuhan Kuala Langsa tersebut.

“Kita minta kembali hal itu, agar para pengusaha di Aceh bisa melakukan aktivitas perdagangan khususnya ekspor impor melalui Aceh, tidak lagi melalui Medan. Ini perlu kita dorong terus untuk bisa menghidupkan pelabuhan Kuala Langsa,” ungkap H Firmandez.

Selain itu kata H Firmandez, kemudahan regulasi dari pemerintah sangat penting untuk membuat pelabuhan Kuala Langsa bisa berfungsi secara optimal. Dulu, pulabuhan tersebut merupakan salah satu pelabuhan internasional yang terkenal di bagian barat Indonesia di awal-awal kemerdekaan.

H Firmandez juga meminta Pemerintah Aceh agar mengupayakan setiap komoditi ekspor asal Aceh harus diekpor melalu pelabuhan-pelabuhan di Aceh, seperti pelabuhan Kuala Langsa, Pelabuhan Krueng Geukuh, Pelabuhan Krueng Raya, Pelabuhan Sabang dan beberapa pelabuhan di Aceh lainnya.

“Harus ada kesadaran kolektif di Aceh untuk memfungsikan berbagai pelabuhan di Aceh, agar pertumbuhan ekonomi Aceh bisa terpacu. Di satu sisi kita mendorong pemerintah pusat untuk memudahkan regulasi, di sisi lain di Aceh sendiri harus kompak untuk mewujudkannya,” himbau H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here