H Firmandez Kembali Minta Pemerintah Bangun Jalan ke Pusara Cut Meutia

0
295

LHOKSUKON – Jalan ke makam Cut Meutia di Alue Rime, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara sudah lama rusak parah, untuk itu pemerintah diminta segera membangun jalan ke pusara pahlawan nasional asal Aceh tersebut.

Permintaan itu disampaikan kembali oleh anggota DPR RI asal daerah pemilihan (dapil) Aceh 2, H Firmandez, Jumat, 15 Februari 2019, setelah permintaan yang sama disampaikannya pada Minggu, 9 Desember 2018 lalu, ketika membawa Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon ke sana untuk melakukan pemantauan.

H Firmandez dan Fadli Zon sama-sama dalam Tim Pemantau Otonomi Khusus Aceh Papua dan Keistimewaan Yogjakarta, saat itu harus melalui jalan yang penuh lumpur di tengah hutan belantara.

“Jalannya sangat rusak, seperti kubangan kerbau, di beberapa titik juga sering longsor. Makanya, saya kembali mengingatkan dan meminta pemerintah untuk membangun jalan ke makam Cut Meutia,” ujar H Firmandez.

H Firmandez menambahkan, makam Cut Meutia yang terletak di Alue Kurieng itu memang sangat jauh dari pemukiman penduduk, yakni sekitar 38 kilometer dari Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, ke arah pegunungan Tipek.

Namun, kata H Firmandez, letak yang jauh dari pemukiman itu bukanlah suatu alasan untuk mengabaikan keberadaan makam salah satu perempuan pejuang tangguh tersebut. Malah katanya, seterpencil apa pun letaknya, kewajiban pemerintah untuk melakukan pemugaran makam, dan membangun akses jalan ke sana.

“Sudah satu abad lebih sejak beliau syahid pada tahun 1910 sampai sekarang, artinya sudah 109 tahun, sudah lebih satu abad, tapi kepedulian kepada keberadaan pusara beliau masih sangat kurang, padahal status Cut Mutia sebagai pahlawan nasional itu sudah diberikan pemerintah pada tahun 1964. Artinya, sudah 55 tahun sejak beliau ditetapkan sebagai pahlawan nasional, tapi sampai sekarang keberadaan pusaranya masih terabaikan,” lanjut H Firmandez.

Yang sangat disayangkan kata H Firmandez, keberadaan makam Cut Meutia seperti tidak terurus. Jalan menuju ke sana sebagian juga masih jalan setapak yang bersemak belukar. Untuk membangun jalan ke sana butuh anggaran yang besar, yang tak mungkin bisa ditanggung oleh masyarakat.

“Di sinilah butuh kehadiran negara, kalau berharap dari masyarakat atau dari APBK Aceh Utara itu tidak akan mencukupi, apalagi beberapa tahun terakhir Aceh Utara juga mengalami defisit anggaran. Cara satu-satunya membangun jalan ke sana ya melalui APBN. Kita akan terus suarakan ini, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya,” tegas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here