H Firmandez: KEK Arun Harus Jadi Katalis Reformasi Ekonomi

0
270

LHOKSEUMAWE – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhoksemawe diharapkan bisa menjadi katalis reformasi ekonomi di Aceh. Untuk itu para pihak diminta membangun sinergitas, sehingga pengelolaan kawasan tersebut bisa memberikan multiplier effek bagi pembanguan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez, Senin, 28 Januari 2019. Menurutnya, untuk menggerakkan rekonstruksti industri di sekitar KEK Arun Lhokseumawe, Pemerintah Aceh bersama Konsorsium dan Forum Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe harus bersinergi dengan baik, karena tanpa sinergitas dengan berbagai pihak KEK akan susah berkembang.

“KEK Arun Lhokseumawe tak bisa jalan sendiri, harus ada dorongan dari berbagai pihak agar industri di sana bisa tumbuh. Sinergitas bersama akan memicu tumbuhnya investasi dan berkembangnya industri,” ujar H Firmandez.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini menambahkan, pengelolaan KEK Arun Lhokseumawe harus benar-benar dikelola secara profesional agar bisa memberi multiplier effect bagi pembangunan ekonomi daerah.

“Fasilitas dan kemudahan yang diberikan negara, baik regulasi maupun infrastrukturnya, harus benar-benar dikelola dengan baik, agar KEK Arun Lhokseumawe bisa menjadi penghela pembangunan ekonomi daerah. Jangan sampai stagnan seperti kasus BPKS Sabang, ini harus menjadi pembelajaran,” lanjut H Firmandez.

Selain itu tambah H Firmandez, Kelembagaan KEK Arun Lhokseumawe, Dewan Kawasan, Administrator dan Badan Pembangun dan Pengelola (BUPP) harus bisa melakukan percepatan pengembangan KEK Arun Lhokseumawe secara maksimal, sehingga bisa mendorong sektor swasta atau calon investor untuk berinvestasi.

“KEK Arun Lhokseumawe harus benar-benar bisa memberi nilai tambah bagi Aceh, harus mampu memberi dampak yang signifikan bagi pertumbuhan dunia usaha di Aceh. Kita berharap dengan adanya KEK ini pelabuhan Krueng Geukuh bisa ramai kembali dengan aktivitas ekspor impor,” harap H Firmandez.

Anggota Komisi VII DPR RI ini melanjutkan, KEK Aruh Lhokseumawe juga harus bisa difungsikan untuk menampung kegiatan industri, ekspor impor, dan kegiatan ekonomi lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional, serta menjadi kawasan yang kondusif bagi aktivitas investasi.

Untuk itu tambah H Firmandez, sinergitas para pihak diharapkan akan mampu menjadikan KEK Arun Lhokseumawe sebagai katalis reformasi ekonomi, dengan berbagai kemudahan di dalamnya, baik kemudahan fiscal, perpajakan, kepabeanan, bahkan kemudahan non-fiskal seperti birokrasi yang mudah dan tidak berbelit-belit.

“Dari 11 KEK di Indonesia, itu kekhususannya beda-beda, kalau di Banten sektor pariwisata, Bitung perikanan dan pengolahan agro, Kutai Kalimantan Timur industri kelapa sawit, sementara KEK Arun Lhoksemawe zonasinya beragam, mulai dari zona pengolahan ekspor, zona logistik, zona industri, zona energi, hingga zona pariwisata. Kelebihan yang multi zona ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here