,

H Firmandez: Jangan Terbiasa dengan Silpa Besar

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh diminta untuk tidak terbiasa dengan besarnya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa), karena menunjukkan kinerja yang tidak maksimal. Sebagaimana diketahui tahun ini Silpa APBA 2017 mencapai Rp1,2 triliun.

“Kita berharap di era Pemerintahan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah hal seperti ini tidak terulang. Perencanaan anggaran harus matang dari awal, jangan copy paste,” harap Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez, Selasa, 2 Januari 2018.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini mengungkapkan, besarnya Silpa di akhir tahun anggaran merupakan persoalan yang sudah berulang kali terjadi di Aceh. Ia merincikan, tahun 2011 saja APBA yang tidak terpakai mencapai Rp 1,5 triliun, tahun 2012 sekitar 1,6 triliun, 2013 sebesar Rp 1,4 triliun, 2014 sebesar Rp 917 miliar, berlanjut ke tahun 2o15 sekitar Rp 800 miliar, kemudian tahun 2016 Silpa sebesar Rp 462 miliar, dan tahun 2017 naik menjadi Rp 1,2 triliun.

“Ini merupakan persoalan yang berulang, sudah satu dekade lebih Aceh selalu mengalami Silpa, dan jumlahnya pun lumanyan besar. Memang Silpa itu bisa digunakan untuk anggaran tahun selanjutnya, tapi secara ekonomi daerah rugi, karena tidak bisa memaksimalkan penggunaan anggaran untuk pembangunan,” lanjut H Firmandez.

Karena itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar Bidang Maritim ini mewanti-wanti agar Pemerintah Aceh bersama legislatif untuk yang akan datang bisa melakukan pengesahan anggaran tepat waktu, sehingga serapan anggaran lebih maksimal.

“Tim anggaran eksekutif dan tim anggaran legislatif harus sepaham, jangan lagi ada tolak tarik kepentingan anggaran, karena yang rugi adalah Aceh,” harap H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *