,

H Firmandez: Illegal Drilling di Aceh Timur Akan Dilegalkan

IDI – Pasca tragedi kebakaran sumur minyak tradisional di Aceh Timur pada April 2018 lalu, kini persoalan sumur minyak ilegal (illegal drilling) menjadi pusat perhatian pemerintah. Wacananya, sumur minyak tradisonal akan dilegalkan untuk dikelola daerah dan masyarakat sekitar.

Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez mengungkapkan, dalam pertemuan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyal dan Gas Bumi (SKK Migas) di Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu, dirinya mempertanyakan hal tersebut kepada Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineras (ESDM).

“Apa yang terjadi di Aceh Timur beberapa waktu lalu itu sangat miris, makanya kita pertanyakan itu ke Dirjen Migas. Katanya, nanti akan dilegalkan melalui tapi tetap mengedepankan faktor keselamatan,” ujarnya.

H Firmandez menjelaskan, Pemerintah Pusat melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) menyebutkan sumur-sumur minyak bekas pengelolaan PT Pertamina dan Asamera tahun 1970-an seperti di Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, dibolehkan untuk dikelola oleh rakyat melalui kelompok koperasi bekerjasama dengan badan usaha milik daerah (BUMD). Tujuannya agar masyarakat tetap bisa mengelola sumur-sumur minyak tradisional dan tetap memiliki lapangan kerja.

“Sumur-sumur tua itu masih memiliki cadangan minyak yang bisa dikelola oleh masyarakat melalui BUMD atau koperasi. Secara regulasi itu dibolehkan, tapi tetap ada mekanismenya. Ini diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen) ESDM Nomor 01 Tahun 2018, Tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua,” jelasnya.

H Firmandez berharap, dengan dilegalkanya pemanfaatan sumur minyak tua tersebut, tingkat keamanan pengeboran minyak tradisonal bisa ditingkatkan, melalui kerja sama operasional antara BUMD atau koperasi masyarakat dengan pihak Pertamina.

Meski demikian, anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini menekankan, perlu adanya pengawasan khusus di sumur-sumur minyak tradisional tersebut agar musibah kebekaran seperti yang terjadi beberapa waktu lalu itu tidak terulang lagi.

“Kita menginginkan adanya pemetaan dari Pertamina tentang sumur-sumur tua di Aceh Timur itu, serta memebri edukasi kepada masyarakat tentang keselamatan kerja di pengeboran,” pungkasnya.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *