,

H Firmandez: Ekspor Komoditi Aceh Harus Lewat Pelabuhan Aceh

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh harus mengupayakan menghidupkan perdagangan ekspor impor dari pelabuhan-pelabuhan di Aceh. Selama ini komoditi ekspor Aceh hampir seluruhnya diekspor melalui Medan.

Karena itu, Ketua Kamar Dagang dan Industrim(KADIN) Aceh, H Firmandez, meminta Pemerintah Aceh mengupayakan agar setiap komoditi ekspor asal Aceh harus diekpor melalu pelabuhan-pelabuhan di Aceh.

“Kita perlu advokasi ini. Jangan terus menerus melalui Medan. Kalau diekspor melalui pelabuhan di Aceh, maka akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah,” ujar H Firmandez.

H Firmandez yang juga Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI ini melanjutkan, harus ada kesadaran kolektif dari pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota di Aceh untuk menghidupkan pelabuhan-pelabuhan di Aceh.

Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten/kota di Aceh harus duduk bersama, memikirkan upaya-upaya peningkatan ekspor impor melalui berbagai pelabuhan di Aceh.

“Kita punya pelabuhan bebas Sabang, pelabuhan Malahayati Krueng Aceh, pelabuhan Krueng Geukuh, pelabuhan Kuala Langsa dan beberapa pelabuhan di pantai barat selatatan Aceh. Tapi, geliatnya tidak terasa,” ungkap H Firmandez.

Bahkan kata H Firmandez, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, persentase total ekspor komoditi asal Aceh yang diekspor melalui provinsi lain pada Agustus 2017 mencapai 63,04 persen dari total ekspor yang mencapai sebesar 11.950.865 USD.

Komoditi terbesar yang diekspor pada Agustus 2017 melalui pelabuhan di luar Aceh merupakan yakni Komoditi kopi, teh, rempah-rempah yang berupa Coffee Arabica WIB or Robusta OIB, not roasted, not decaffeinated sebesar 3.706.197 USD.

Kemudian komoditi dari kelompok buah-buahan berupa Areca nuts sebesar 1.808.502 USD. Komoditi ini diekspor melalui pelabuhan Belawan Sumatera Utara menuju beberapa negara. Untuk Coffee Arabica WIB or Robusta OIB, not roasted, not decaffeinated menuju Amerika Serikat (AS), sedangkan Areca nuts ke Pakistan.

“Jadi, ketergantungan terhadap Sumatera Utara ini harus dipangkas pelan-pelan. Hidupkan kembali gairah pelabuhan di Aceh,” harap H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *