H Firmandez Dorong Peningkatan Kinerja Subsektor Migas di Aceh

0
177

BANDA ACEH – Anggota Komisi VII DPR RI yang mebidangi urusan energi, riset dan penelitian serta lingkungan hidup, H Firmandez menilai kinerja subsektor minyak dan gas (Migas) di Aceh masih lambat, untuk itu harus didorong untuk kembali tumbuh, sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Aceh.

Politisi Golkar dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini mengungkapkan, berdasarkan laporan perekonomian Provinsi Aceh per Mei 2019, kinerja subsektor Migas Aceh turun dari 15,33 persen menjadi 4,28 persen. Penurunan tersebut ikut mempengaruhi turunnya kinerja sektor pertambangan dari 15,61 persen menjadi 7,35 persen.

“Ini bukan sesuatu yang menggembirakan bagi Aceh, makanya kita terus mendorong Pemerintah Aceh melalui lambaga terkait untuk meningkatkan kinerja di sektor pertambangan dan subsektor Migas, agar pertumbuhan ekonomi Aceh bisa terdongkrak,” ujar H Firmandez, Senin, 24 Juni 2019.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Rekanan dan Distribusi Indonesia ini menambahkan, untuk mendorong kinerja subsektor Migas di Aceh, Pemerintah
Aceh perlu memaksimalkan produksi tambang, khususnya tambang batu bara di wilayah Aceh Barat, karena pada triwulan pertama tahun 2019, impor batu bara dari Aceh ke India dan Thailand yang mengalami peningkatan mampu mendongkar kinerja subsektor Migas.

“Pada tiga bulan pertama tahun 2019 impor batu bara Aceh tercatat sebesar 40,06 miliar dolar AS, lebih tinggi dari periode akhir 2018 yang hanya 27,28 miliar dolar. Sayangnya pada triwulan pertama 2019 kembali menurun, mungkin ini dipengaruhi oleh harga batu bara yang masih fluktuatif,” lanjut H Firmandez.

Meski demikian, tambah H Firmandez, produksi batu bara Aceh diperkitakan akan naik pada triwulan ketiga dan akhir tahun 2019, karena adanya kenaikan target produksi dari 5 juta metic ton pada tahun 2018 menjadi 9 juta metric ton pada tahun 2019, serta meningkatnya permintaan dari India, Thailand, dan Cina.

“Kinerja sub sektor Migas Aceh ini diperkirakan juga akan meningkat pada akhir tahun nanti, seiring adanya perbaikan kinerja komoditas gas kawasan Blok A dan kawasan Pase yang sudah mulau produksi. Kita berharap perbaikan ini akan terus berlanjut untuk tahun-tahun selanjutnya, sehingga kinerja sektor petambangan dan subsektor migas bisa menopang pertumbuhan ekonomi Aceh,” harap H Firmandez.

Untuk mendukung peningkatan kinerja tersebut, H Firmandez menegaskan, dirinya selaku wakil rakyat Aceh di Komisi VII DPR-RI terus berupaya untuk memperjuangkan hak-hak Aceh di bidang Migas, seperti saat Rapat Dengar Pedapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kamis, 20 Juni 2019 pekan lalu.

H Firmandez meminta kepada Menteri ESDM, Ignasius Jonan agar menyetujui rencana pengembangan lapangan gas lepas pantai di Aceh, dan tidak memotong anggaran tahun 2020 untuk Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) yang diusulkan sebesar Rp 80 miliar.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here