H Firmandez dan Bupati Bireuen Bahas Program Jargas

0
401

BIREUEN – Anggota Komisi VII DPR-RI, H Firmandez bersama Kepala Badan Pengelola Mingas Aceh (BPMA) Azhari Idris dan Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman serta pejabat dari Kementerian ESDM, baru-baru ini membicarakan program jaringan gas rumah tangga (Jargas) dengan Bupati Bireuen, H Saifannur.

H Firmandez menjelaskan, Jargas merupakan salah satu proyek strategis nasional yang masuk dalam RPJM Nasional 2015-2019. Tahun 2019 ini pemerintah memprogamkan lagi sebanyak 78.216 sambungan rumah (SR) jargas yang akan dibangun dengan menggunakan APBN.

“Saya selaku anggota Komisi VII yang salah satunya membidangi urusan energi, akan memperjuangkan Aceh mendapatkan sebaian kuota dari jumlah yang diprogramkan pemerintah,” jelas H Firmandez, Kamis, 17 Januari 2018.

Menurut H Firmandez, penggunaan jaringan distribusi gas bumi (jargas) dari aliran pipa untuk rumah tangga jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan pemakaian Liquified Petroleum Gas (LPG), selain lebih aman juga akan lebih murah, bisa hemat sampai 40 persen jika dibandingkan dengan penggunaan LPG.

Penggunaan jarga juga akan berdampak pada upaya penghematan nasional atas subsidi dan elpiji. Penggunaan jargas juga menghemat LPG sebanyak 216 ton per bulan dan mengurangi subsidi Rp1,5 miliar per bulan.

“Masyarakat nantinya juga bisa pakai dulu gasnya, bayar kemudian sesuai dengan jumlah pemakaian. Ini seperti sistem PDAM mensuplay air bersih ke rumah warga. Ini akan sangat meringankan beban masyarakat. Jadi nanti masyarakat gak perlu repot-repot lagi bawa tabung gas ke pangkalan, tinggal buka kran saja di dapur,” lanjut Koordinator Tim Pemantau Oronomi Khusus (Otsus) Aceh tersebut.

Sebelum membicarakan hal tersebut dengan Bupati Bireuen, hal yang sama juga sudah dilakukan H Firmandez di Kota Langsa dengan Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, usai dirinya menyerahkan bantuan 10 sumur bor untuk dayah di 8 kabupetan di Aceh yang dipusatkan di Kota Langsa.

H Firmandez menegaskan, Aceh harus mendapat kuota Jargas tersebut persoalan kebutuhan gas bagi masyarakat bisa terpenuhi dan kelangkaan gas yang sering terjadi selama ini bisa teratasi.

“Jadi kalau sudah ada sambungan jargas ke rumah-rumah warga, nantinya persoalan kelangkaan gas dan penimbunan gas baik di pangkalan pengecer maupun di agen bisa dihindari, karena jaringan gas akan langsung terkoneksi dari pipa gas perusahaan gas negara ke rumah warga. Kita akan perjuangkan ini untuk masyarakat Aceh,” tegas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here