,

H Firmandez: BPMA Harus Segera Berkantor di Aceh

BANDA ACEH – Dimulainya kontrak kerja bagi sekitar 50 tenaga profesional di Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) diharapkan lembaga tersebut bisa segera membuka kantor di Aceh, karena selama ini BPMA berkantor di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez, Senin, 6 Agustus 2018. Politisi Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 ini mengapresiasi langkah Kementerian ESDM yang mulai melakukan kontrak kerja terhadap 50 pekerja profesional di BPMA.

“Kita patut apresiasi langkah Menteri ESDM Pak Ignasisus Jonan, Plt Kepala BPMA Pak Azhari Izris dan Pemerintah Aceh yang mulai melaksanakan pre-employment briefing serta menyerahkan job offering kepada 50 tenaga profesional yang akan mulai bekerja di BPMA. Dalam waktu dekat kita harap BPMA bisa berkantor di Aceh,” harap H Firmandez.

Ketua Departemen Antar Lembaga DPP Golkar ini melanjutkan, dengan mulai kontrak karyawan BPMA tersebut, BPMA yang selama ini berkantor di Kementerian ESDM bisa segera membuka kantor di Aceh, agar kerja-kerja bidang migas di Aceh bisa berjalan maksimal. “Namun yang penting sekarang adalah transisi manajemennya harus berjalan dengan baik dari SKK Migas ke BPMA,” lanjut H Firmandez.

H Firmandez berharap dengan telah dilakukan kontrak kerja karyawan BPMA tersebut, kinerja industri migas di Aceh bisa tergenjot untuk mendukung explorasi dan produksi migas di Aceh.

“Selain itu tentunya BPMA bisa mengimplementasikan participating interest BUMD Aceh di berbagai blok-blok migas di Aceh, sebagai hak daerah sebagaimana diantur dalam Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral No.37 tahun 2016, sehingga hak-hak Aceh dari sektor migas terpenuhi,” pungkas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *