H Firmandez Berhasil Perjuangkan 22.510 SR Jargas untuk Aceh Masuk R-APBN 2020

0
454

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI asal Aceh, H Firmandez berhasil memperjuangkan sebanyak 22.510 Sambungan Rumah (SR) Jaringan Gas (Jargas) untuk rumah tangga di Aceh masuk dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Politisi Golkar dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini berharap, jumlah 22.510 SR Jargas untuk Aceh yang sudah masuk dalam R-APBN 2020 itu tidak berkurang lagi saat pembahasan. Jargas untuk Aceh itu masuk dalam Paket 1 dari beberapa paket seluruh Indonesia dengan total secara nasional 293.533 SR yang tersebar di 53 kabupaten/kota.

“Ini merupakan janji saya waktu kampanye pada Pileg April 2019 lalu, kita perjuangkan dan Alhamdulillah sudah masuk dalam R-APBN 2020. Kita berharap tidak ada lagi perubahan, tidak dikurangi,” ujar H Firmandez, Jumat, 21 Juni 2019.

H Firmandez yang juga tim pemantau otonomi khusus (Otsus) Aceh, Papua, dan keistimewaan Yogjakarta ini berterimakasih kepada Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Direktorat Jendral (Dirjen) Migas, Joko Siswanto yang telah menyetujui dan memasukkan usulan Jargas untuk Aceh itu dalam R-APBN 2020.

H Firmandez merincikan 22.510 SR Jarga untuk Aceh itu untuk lima kabupaten kota, yakni untuk kabupaten Aceh Utara 3.510 SR, Aceh Timur 5.000 SR, Aceh Tamiang 4.000 SR, Kota Lhokseumawe 5.000 SR dan Kota Langsa 5.000 SR.

“Tinggal Kabupaten Bireuen lagi yang perlu kita perjuangkan lagi sesuai janji saya waktu kampanye dulu. Kita akan usahakan agar ada penambahan nanti, atau minimal yang sudah masuk ini tidak dikurangi lagi. Ini komitmen saya untuk masyarakat Aceh, khususnya di daerah pemilihan (dapil) Aceh 2,” tegas H Firmandez.

H Firmandez menambahkan, Jargas merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan pemerintah melalui Pertamina dan Peusahaan Gas Negara (PSN). Sebelumnya di Aceh pada 15 Maret 2019 lalu, Jargas sudah disambung untuk 2.000 rumah di Gampong Meunasah Mesjid, Cunda, Uten Kot dan Panggoi, Kota Lhokseumawe.
“Jargas ini penting untuk memenuhi kebutuhan energi yang bersih, efesien, murah dan ramah lingkungan. Sejak dulu kita perjuangkan penahan Jargas untuk Aceh, karena ini menyangkut dengan kebutuhan mendasar bagi masyarakat,” pungkasnya.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here