,

H Firmandez: BBM Satu Harga Untuk Kebangkitan Ekonomi Rakyat

LHOKSEUMAWE – Penerapan BBM satu harga bertujuan untuk membangkitkan eknomi rakyat di daerah tertinggal terluar dan terdepan (3T), serta mewujudkan keadilan dengan mengatasi lonjaan harga.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firandez dalam sambutannya saat melakukan sosialisasi implementasi penyaluran khusus (sub penyaluran) dalam rangka percepatan penerapan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga secara nasional, Rabu, 5 Desember 2018 di Hotel Harus Square, Kota Lhokseumawe.

“Ini sesuai prinsip kami satukan hati bangkitkan ekonomi. Ini juga merupakan bagian penting dari usaha kita bersama bangkitkan ekonomi Aceh,” ujar anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2 tersebut.

Selain itu kata H Firmandez, pihaknya di Komisi VII DPR RI akan terus mendorong agar distribusi BBM satu harga bisa merata di berbagai daerah 3T, dengan kualitas dan standar yang terjamin, sehingga ekonomi rakyat terbantu.

“Ini juga amanat konstitusi NKRI sesuai undang-undang nomor 22 tahun 2001, yang mewajibkan pemerintan menjamin ketersediaan BBM dan strategi nawacita membangun daerah yang jauh dan terpinggirkan,” lanjut H Firmandez.

Masih menurut H Firmandez, penerapan BBM satu harga di daerah 3T juga bertujuan untuk membuka peluang bagi kelompok masyarakat bertindak menjadi penyalur BBM. Walaupun selama ini kegiatan tersebut sudah dipraktekkan, tapi yang dilakukan akan lebih legal, dan menyediakan BBM yang memenuhi standar kualitas.

“Ini merupakan program dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dimana menjadi perhatian khusus pemerintah agar masyarakat yang tinggal di wilayah 3T bisa mendapatkan harga BBM sesuai kententuan pemerintah dalam rangka pemerataan dan asas keadilan,” tambah H Firmandez.

Selain H Firmandez, sosialisasi tersebut juga dihadiri M Lobo Balia dari Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, parktisi industri minyak dan gas bumi Ibrahim Hasyim yang juga Komite BPH Migas periode 2011-2016, General Manager Marketing Operation Region (GM MOR) I PT Pertamina Persero, serta perwakilan dari Biro Hukum Kementerian Energi Sumber Daya Energi dan Mineral (ESDM).[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *